SERANG, RUBRIKBANTEN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten sekaligus Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten Bidang Pemberdayaan Perempuan, Tinawati Andra Soni, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi mitra penting dalam pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Tinawati saat menghadiri Orientasi Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten Tahun 2026 di Kawasan Kampoeng 165, Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Jumat (24/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Tinawati mengaku masih terus belajar mendalami dunia kepramukaan. Meski pengalaman organisasinya di Pramuka belum sepanjang para senior, ia optimistis nilai-nilai yang diajarkan dalam Gerakan Pramuka sangat selaras dengan program pemberdayaan yang selama ini dijalankan PKK.
“Sebagai Ketua TP PKK Provinsi Banten, saya setiap hari turun ke masyarakat, bertemu perempuan, anak-anak, hingga kelompok rentan. Saya melihat nilai-nilai Pramuka sangat sejalan dengan upaya membangun keluarga, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menurut Tinawati, berbagai masukan dari para senior Pramuka menjadi bekal penting dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Provinsi Banten. Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.
Karena itu, ia berharap sinergi antara Gerakan Pramuka, PKK, dan Posyandu semakin diperkuat agar program-program pemberdayaan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Tinawati juga mengajak Gerakan Pramuka berperan aktif mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian pangan.
“Saya berharap bisa lebih banyak terlibat dalam kegiatan Pramuka, belajar dari para senior, lalu membawa pengalaman itu untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, keluarga, dan anak di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten Suwaib Amiruddin mengatakan, arah kebijakan Kwarda saat ini difokuskan pada Gerakan Indonesia Asri dan penguatan ketahanan pangan melalui aksi nyata.
Ia menjelaskan, berbagai program akan diwujudkan melalui gerakan menanam di sekolah, pemanfaatan pekarangan rumah, hingga rehabilitasi kawasan pesisir dengan penanaman mangrove.
“Pramuka harus hadir sebagai solusi. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga melalui langkah sederhana, seperti menanam cabai, tomat, dan terong di pekarangan rumah,” ujar Suwaib.
Menurutnya, Pramuka Banten juga akan memperkuat kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat agar organisasi tersebut semakin relevan dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang memberikan manfaat dan solusi atas berbagai persoalan sosial,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Banten Embay Mulya Syarief mengingatkan bahwa kekuatan utama Gerakan Pramuka terletak pada kemampuannya membentuk karakter dan integritas anggotanya.
Menurut Embay, kecerdasan akademik memang penting, namun karakter dan kejujuran merupakan bekal yang akan menentukan keberhasilan seseorang sepanjang hidup.
“Yang akan selalu dinilai bukan hanya prestasi akademik, tetapi kejujuran, tanggung jawab, dan karakter. Itulah nilai yang dibentuk oleh Pramuka dan harus terus dijaga,” pungkasnya.















