CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya penanaman mangrove sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penanaman 1.000 mangrove dalam rangka Gerakan Indonesia ASRI di kawasan Krakatau Chandra Energi, Kota Cilegon, Jumat (24/4/2026).
“Manfaat mangrove besar sekali, bisa menahan abrasi, juga menahan air,” ujar Dimyati.
Ia menambahkan, keberadaan mangrove sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus menyerap karbon dari udara. Menurutnya, langkah ini sangat relevan untuk kawasan industri seperti Cilegon yang membutuhkan keseimbangan lingkungan.
“Untuk Kota Cilegon sangat bagus untuk menyerap karbon di udara,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Banten, Hengki, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, terkait gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Menurut Hengki, gerakan ini tidak hanya simbolis, tetapi sudah dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah titik, seperti Situ Arum, Tegal Maja, dan Cisaat. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut didukung oleh partisipasi masyarakat dan para dermawan tanpa menggunakan anggaran negara.
“Gerakan Indonesia ASRI harus kita dukung bersama,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kehadiran Polri dalam menjaga kelestarian alam, khususnya kawasan pesisir.
“Kita peduli pada pelestarian pesisir. Luasan tanam mencapai satu hektar. Semoga mangrove yang ditanam hari ini tumbuh besar dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Penanaman mangrove ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan pesisir sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim di wilayah Banten.













