CILEGON, RUBRIKBANTEN — Seorang siswi praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu hotel bintang tiga di Kota Cilegon mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual verbal oleh dua oknum pegawai selama menjalani masa magang.
Korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, peristiwa itu terjadi selama kurang lebih dua bulan dirinya menjalani PKL di hotel tersebut.
Ia menyebut, salah satu pelaku berinisial Ardi yang bekerja di bagian food and beverage (F&B) service, kerap melontarkan komentar tidak pantas yang mengarah pada pelecehan fisik.
“Dia setiap ketemu saya selalu mengomentari fisik saya, terutama bagian sensitif, bahkan di depan teman-teman saya,” ujar korban.
Akibat perlakuan tersebut, korban mengaku mengalami tekanan psikologis. Ia merasa malu, tidak nyaman, hingga hubungan sosialnya dengan rekan sesama PKL ikut terdampak.
“Teman-teman jadi berubah, sering membicarakan saya di belakang. Saya jadi takut dan risih,” katanya.
Tak hanya itu, korban juga mengaku pernah mengalami kontak fisik yang tidak diinginkan. Saat kondisi sepi, pelaku disebut beberapa kali memegang dan meraba tangannya.
Merasa tidak kuat, korban akhirnya melaporkan kejadian itu kepada salah satu atasan di bagian dapur hotel. Namun, menurut pengakuannya, tidak ada perubahan sikap dari terduga pelaku.
Pelecehan lain juga diduga dilakukan oleh oknum pegawai berbeda bernama Faisal. Korban mengaku disodori kondom secara langsung di hadapan rekan-rekannya saat sedang bekerja.
“Dari banyak teman, hanya saya yang disodori. Saya menghindar, tapi dia terus mengikuti sampai ke office,” ungkapnya.
Peristiwa itu semakin membuat korban merasa tertekan dan ketakutan setiap kali bertemu dengan para pelaku.
“Saya jadi takut, malu, dan tidak nyaman berada di lingkungan kerja,” tuturnya.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelecehan seksual di lingkungan kerja, khususnya terhadap peserta magang yang rentan secara posisi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen hotel terkait dugaan tindakan yang dilakukan oleh dua oknum pegawainya tersebut.















