Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Ruwat Urip Menggugah: Teater Padma Menampar Kesadaran Budaya Lewat Panggung Spiritual

219
×

Ruwat Urip Menggugah: Teater Padma Menampar Kesadaran Budaya Lewat Panggung Spiritual

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Teater Padma kembali menunjukkan tajinya dalam merawat kesadaran budaya dengan menggelar pementasan teater bertajuk Ruwat Urip, Selasa (30/12/2025) di Kiat Cafe, Purwakarta. Pertunjukan ini berlangsung khidmat dan menuai sambutan antusias dari masyarakat lintas komunitas.

Lakon Ruwat Urip mengangkat refleksi mendalam tentang perjalanan hidup manusia, proses penyucian diri, serta relasi kuasa dan tanggung jawab moral. Dengan pendekatan simbolik-spiritual, pementasan ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengajak penonton menelisik makna hidup dan jati diri kebudayaan Cilegon.

Banner

Penggagas kegiatan sekaligus penulis naskah dan sutradara, Hilal Ramadhan, menegaskan bahwa pementasan ini merupakan ikhtiar kolektif untuk menghidupkan kembali identitas budaya lokal melalui medium seni pertunjukan.

“Kami ingin masyarakat mengenali kembali identitas kebudayaan kita yang sesungguhnya. Antusiasme penonton dan kolaborasi lintas komunitas menjadi energi besar bagi gerakan kebudayaan ini,” ujar Hilal, Rabu (31/12/2025).

Hilal juga menegaskan bahwa Teater Padma membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan komunitas seni. Menurutnya, kebudayaan hanya akan tumbuh jika digerakkan secara bersama dan berkelanjutan.

Sebagai pelatih dan sutradara, Hilal mengaku bangga terhadap para pemain yang berani tampil dengan penuh penghayatan. “Keberanian dan kepercayaan diri para aktor di atas panggung adalah bagian dari proses pembebasan dan penyadaran diri,” katanya.

Secara artistik, Ruwat Urip ditopang tata panggung simbolik, musik etnik yang kuat, serta tata cahaya yang membangun atmosfer spiritual. Permainan aktor yang intens membuat pesan lakon terasa hidup dan menyentuh ruang batin penonton.

Adapun susunan tim dalam pementasan ini meliputi Hilal Ramadhan sebagai sutradara, Wildan dkk. tim artistik, dan Tompel tim kreatif. Para pemeran antara lain Muhajir (Ibrahim), Nurul Maulida (istri Ibrahim), Amirullah (Jaka), Andika (Karta), dan Nabila (Pohon). Tim pendukung terdiri dari Kang Apoy dan Kang Gery (lighting) serta Teh Josy (make up).

Menutup kegiatan, Hilal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa Ruwat Urip adalah penegasan sikap Teater Padma untuk terus menghadirkan karya reflektif dan kritis demi keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan di Kota Cilegon.

Melalui panggung Ruwat Urip, Teater Padma tidak hanya berkarya, tetapi juga menggugat, menyadarkan, dan menghidupkan kembali ruh kebudayaan lokal.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!