SERANG, RUBRIKBANTEN – Program PKK Mengajar yang digagas Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten kembali menunjukkan peran strategisnya dalam membekali generasi muda dengan keterampilan hidup praktis. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (12/2/2026), dengan menyasar penguatan pengetahuan remaja di luar materi akademik formal.
Melalui pembelajaran terpadu, para siswa mendapatkan materi aplikatif mulai dari kesehatan dan kebersihan diri remaja, nilai gotong royong, keterampilan dasar, pengelolaan dan pemanfaatan pangan, hingga kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan PKK Mengajar merupakan bentuk kontribusi nyata TP PKK dalam memperkuat fondasi pengetahuan generasi muda berbasis keluarga dan kehidupan sehari-hari.
“Program PKK Mengajar kami laksanakan di SMA, SMK, dan SKh, dan ke depan akan terus kami perluas. Materinya bersifat praktis sebagai bekal tambahan bagi para siswa,” ujar Tinawati.
Ia menegaskan, materi yang disampaikan TP PKK dirancang untuk melengkapi pembelajaran formal di sekolah, karena lebih menitikberatkan pada penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui empat kelompok kerja (IV Pokja), TP PKK Provinsi Banten memberikan edukasi komprehensif terkait kesehatan dan kebersihan diri remaja, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, keterampilan hidup, ketahanan pangan keluarga, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sejumlah materi kesehatan remaja yang disampaikan menjadi penguatan tambahan, mengingat tidak seluruhnya dibahas secara rinci dalam kurikulum kelas, namun dijelaskan secara lebih sederhana, praktis, dan aplikatif melalui sesi PKK Mengajar.
Salah seorang siswa kelas XII SMAN 1 Ciruas, Aera Iskia Ramadhani, mengaku materi yang diberikan mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.
“Ada materi yang dijelaskan lebih praktis dibanding yang kami terima di kelas, jadi lebih mudah dipahami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hamim, siswa kelas XII lainnya. Menurutnya, penyampaian materi berlangsung interaktif dan memperkuat pemahaman siswa.
“Materinya aplikatif dan penjelasannya sederhana, jadi mudah dipahami,” katanya.
Program PKK Mengajar diharapkan mampu menjadi jembatan antara pendidikan formal dan kebutuhan nyata remaja, sehingga mencetak generasi muda Banten yang mandiri, sehat, berkarakter, dan peduli lingkungan.















