CILEGON, RUBRIKBANTEN – Perumda Cilegon Mandiri (CM) tancap gas mengatasi krisis air bersih di wilayah perbukitan. Fokus percepatan kini diarahkan ke Kecamatan Pulomerak, demi memastikan seluruh warga bisa menikmati akses air bersih tanpa terkecuali.
Direktur Perumda CM, Ihwan Kurniawan, menegaskan pihaknya tengah menggencarkan pemasangan jaringan pipa distribusi utama yang akan menjadi tulang punggung pelayanan air bersih hingga ke titik-titik tersulit.
Hasilnya mulai nyata. Sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) di Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebak Gede, kini sudah menikmati layanan air bersih. Wilayah Pasir Salam pun telah rampung teraliri.
“Di Cipala kurang lebih 400 KK sudah mendapatkan pelayanan air. Kami melihat langsung kegembiraan masyarakat. Sekarang tinggal buka keran, air sudah mengalir. Perbedaannya sangat jauh dibanding sebelumnya,” ujar Ihwan.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Cilegon, Robinsar, agar pembangunan dilakukan secara merata, termasuk di kawasan perbukitan yang selama ini kerap kesulitan air.
Setelah Cipala dan Pasir Salam, Perumda CM akan bergerak ke Ciporong, Tembulun, Gunung Batur hingga wilayah perbukitan di Kelurahan Suralaya. Pengerjaan dilakukan bertahap dengan target besar: pada 2027 seluruh perbukitan di Pulomerak tuntas terlayani.
“Step by step kami selesaikan. Targetnya, tidak ada lagi warga perbukitan yang kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau,” tegasnya.
Meski berstatus perusahaan daerah dengan orientasi bisnis, Ihwan memastikan fungsi sosial tetap menjadi prioritas utama.
“Air adalah kebutuhan dasar. Semua warga Cilegon berhak mendapatkan akses yang sama. Kami punya tanggung jawab sosial untuk hadir dan menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya.















