Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialUMKM

Pemkot Cilegon Tancap Gas Bangun 8 Gerai Koperasi Merah Putih

187
×

Pemkot Cilegon Tancap Gas Bangun 8 Gerai Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan delapan lokasi strategis untuk pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih. Langkah ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang bertujuan memperkuat ekosistem koperasi nasional melalui penyediaan fasilitas usaha terpadu dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon, Didin S Maulana, menjelaskan bahwa Inpres tersebut menginstruksikan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk menyiapkan lahan pembangunan gerai dan gudang koperasi dengan luas minimal 1.000 meter persegi.

Banner

“Dari luasan tersebut, 600 meter persegi diperuntukkan untuk bangunan gerai, sedangkan 400 meter persegi untuk area parkir,” ujar Didin, Rabu (21/1/2026).

Didin mengungkapkan, delapan lokasi yang telah disiapkan tersebar di delapan kelurahan dan seluruhnya dinyatakan memenuhi persyaratan teknis, termasuk lebar lahan minimal 10 meter.

“Alhamdulillah, delapan lokasi sudah siap dan memenuhi kriteria,” katanya.

Dalam satu kawasan gerai Koperasi Merah Putih, akan tersedia beragam layanan strategis, mulai dari klinik kesehatan, apotek, gerai sembako, hingga gudang berkapasitas besar. Gudang tersebut dirancang untuk dimanfaatkan bersama oleh sejumlah koperasi, khususnya koperasi yang belum memiliki lahan sendiri.

Baca juga:  Arus Balik Mulai Melandai, Penyeberangan Merak–Bakauheni Turun di H+8

“Gudang ini bisa digunakan secara kolektif oleh koperasi-koperasi lain,” jelas Didin.

Namun demikian, untuk unit usaha simpan pinjam, pihaknya belum merekomendasikan pendirian. Menurut Didin, koperasi simpan pinjam memiliki persyaratan ketat, salah satunya modal disetor minimal Rp500 juta.

“Kalau belum memenuhi, kami khawatir justru menimbulkan persoalan pinjam-meminjam yang tidak sehat,” tegasnya.

Terkait keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, Didin mengakui bahwa penyediaan lahan seluas 1.000 meter persegi tidak mudah. Oleh karena itu, lahan yang digunakan harus berasal dari aset pemerintah daerah atau BUMN.

“Ke depan, koperasi akan menggunakan skema sewa lahan dan sewa bangunan,” ujarnya.

Dalam mendukung program ini, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), anak usaha PT Krakatau Steel, turut berperan dengan menyiapkan dua lokasi strategis masing-masing seluas 1.000 meter persegi di kawasan Pasar Krenceng, Citangkil, dan Pasar Cigading, Ciwandan.

Selain itu, Pemkot Cilegon juga membuka peluang kerja sama lintas sektoral, termasuk dengan Dinas Kesehatan. Fasilitas klinik dan apotek di gerai koperasi nantinya dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat melalui skema kemitraan.

Baca juga:  Rayakan HUT ke-499, Bupati Serang Ratu Zakiyah Blusukan ke Desa Terpencil Cikedung: Kami Hadir untuk Rakyat

“Misalnya untuk penanganan penyakit tertentu melalui kerja sama layanan,” ucap Didin.

Untuk pengisian barang, koperasi direncanakan menjalin kemitraan dengan berbagai pemasok kebutuhan pokok, mulai dari perusahaan niaga gas, produsen barang konsumsi, hingga BUMN pangan.

Didin menegaskan, pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih sepenuhnya menggunakan APBN. Proyek ini dilaksanakan melalui kerja sama PT Agrinas dengan TNI, di mana TNI berperan dalam pengawasan pembangunan.

“Daerah bertugas menyiapkan lokasi dari aset pemerintah atau BUMN, sementara pembangunan dilaksanakan oleh pusat melalui PT Agrinas,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!