CILEGON, RUBRIKBANTEN — Aktivitas penyeberangan di lintas utama Jawa–Sumatera mulai menunjukkan tren penurunan pada H+8 pasca libur panjang awal tahun 2026. Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, tercatat sebanyak 117 trip kapal beroperasi selama 24 jam pada Jumat, 2 Januari 2026.
Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+8 mencapai 30.302 orang, atau turun 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 33.784 orang. Penurunan cukup signifikan juga terjadi pada kendaraan roda dua yang hanya mencapai 474 unit, anjlok 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.003 unit.
Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 4.024 unit atau turun 4,6 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan paling tajam terjadi pada kendaraan logistik, di mana truk yang menyeberang hanya 955 unit, turun 46,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. Sedangkan jumlah bus tercatat 338 unit, turun tipis 4 persen.
Secara keseluruhan, total kendaraan dari Jawa menuju Sumatera pada H+8 tercatat 5.791 unit, mengalami penurunan 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 7.357 unit.
Namun secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+8, total penumpang dari Jawa ke Sumatera justru mencapai 688.455 orang, atau naik 3,5 persen dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, total kendaraan tercatat 150.736 unit, turun 6,4 persen, menandakan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat yang lebih didominasi penumpang dibanding kendaraan pribadi dan logistik.
Di sisi lain, arus penyeberangan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu menunjukkan dinamika berbeda. Pada H+8, sebanyak 102 trip kapal beroperasi.
Jumlah penumpang yang menyeberang tercatat 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua dan roda empat masing-masing turun 25,7 persen dan 4,8 persen.
Menariknya, sektor angkutan barang dan transportasi umum justru mengalami kenaikan. Truk meningkat 9,2 persen menjadi 2.463 unit, sementara bus naik 6,7 persen menjadi 288 unit. Hal ini mengindikasikan mulai pulihnya aktivitas distribusi dan pergerakan pekerja pasca libur panjang.
Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H+8 tercatat 7.420 unit, turun 5,7 persen dibandingkan tahun lalu. Namun secara akumulatif dari H-10 hingga H+8, jumlah kendaraan justru naik 3,4 persen menjadi 151.367 unit, sementara total penumpang meningkat tipis 0,4 persen.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menilai data ini mencerminkan perubahan perilaku perjalanan masyarakat. Penurunan kendaraan pribadi diimbangi dengan stabilnya jumlah penumpang dan meningkatnya angkutan logistik, menandakan arus balik yang lebih terdistribusi dan tidak menumpuk di satu waktu.
ASDP mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi penyeberangan dan merencanakan perjalanan dengan baik guna menjaga keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran arus transportasi nasional.















