Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

Pemkot Cilegon Bidik Jurnalis Muda Berintegritas di Tengah Banjir Informasi

35
×

Pemkot Cilegon Bidik Jurnalis Muda Berintegritas di Tengah Banjir Informasi

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendorong lahirnya generasi jurnalis muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi akurasi, verifikasi fakta, independensi dan etika jurnalistik.

Dorongan tersebut disampaikan Plt Kepala Diskominfo Cilegon Noviyogi Hermawan saat menghadiri Workshop dan Pelatihan Intensif Jurnalistik yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon di Journalist Boarding School (JBS), Kota Cilegon, Sabtu (26/9/2026).

Banner

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Dewan Penasihat SMSI Kota Cilegon yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Khairiyah sekaligus Kasat Pam Obvit Polres Cilegon Iptu Yogie Fahrisal.

Noviyogi mengatakan, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah hingga menyebarkan informasi. Dengan telepon genggam dan media sosial, sebuah informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik.

Namun, menurutnya, kecepatan dalam menyampaikan informasi tidak boleh mengalahkan ketepatan informasi.

“Di sinilah profesi jurnalis memiliki peran sangat penting. Seorang jurnalis tidak hanya dituntut menulis berita dengan cepat, tetapi jurnalis harus memiliki kemampuan memeriksa fakta, melakukan verifikasi, memahami konteks, menjaga perimbangan dan mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” kata Noviyogi.

Ia menilai, tema mencetak jurnalis masa depan bukan hanya berbicara mengenai kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, jurnalis juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan etika jurnalistik.

Menurut Noviyogi, seorang jurnalis juga harus memiliki keberanian untuk menjaga independensi dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga:  PLN UID Banten Gebrak Desa Surya Bahari! Food Truck Humanity Lawan Stunting, Ratusan Ibu Hamil Antusias

“Pemerintah dan media memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kepentingan yang sama. Yaitu, bagaimana masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pemkot Cilegon berharap kegiatan tersebut mampu mencetak jurnalis siber yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Jurnalis yang mampu menjaga fakta, mengawal informasi dan jurnalis yang dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya.

SMSI: Era Digital Butuh Jurnalis yang Jadi Jangkar Kepercayaan

Sementara itu, Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi mengatakan, di tengah era disrupsi informasi dan gelombang digitalisasi yang begitu cepat, perkembangan teknologi memberikan dampak ganda bagi masyarakat.

Di satu sisi, digitalisasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga dapat memicu penyebaran hoaks hingga pendangkalan karya jurnalistik.

“Dalam situasi ini, masyarakat membutuhkan jangkar kepercayaan. Oleh karena itu, pelatihan ini dilaksanakan. Tujuannya bagaimana kegiatan ini dapat menyiapkan jurnalis siber yang adaptif dengan pengetahuan yang matang, dengan teknologi tetapi memegang teguh prinsip dan etika jurnalistik,” kata Wawan.

Ia menegaskan, jurnalis masa depan tidak hanya dituntut menyajikan informasi secara cepat.

“Jadi jurnalis masa depan itu bukan sekadar menyajikan informasi dengan cepat, tetapi mereka harus tetap menjaga, memverifikasi dan memberikan edukasi, menyajikan fakta, tentunya terpercaya,” ujarnya.

Wawan mengatakan, sesuai dengan semangat jurnalistik, SMSI Cilegon menghadirkan workshop dan pelatihan jurnalistik bagi generasi muda sebagai bagian dari kontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi masa depan.

Baca juga:  KAHMI Cilegon Desak Pemkot Segera Isi Gedung IKM, Ingatkan Jangan Hamburkan Uang Negara

“Tentunya terselenggara acara ini tidak terlepas dari tujuan memberikan kontribusi anak-anak bangsa, di mana pemerintah juga memiliki niatan untuk anak-anak menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

PWI Tekankan Peran Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Kota Cilegon Ahmad Fauzi Chan juga mengajak generasi muda untuk turut menjadi penyebar informasi positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, perkembangan dunia digital membuat generasi muda memiliki ruang yang luas untuk terlibat dalam penyebaran informasi. Karena itu, kemampuan jurnalistik perlu dibarengi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

DPRD Buka Ruang Diskusi bagi Pelajar

Sementara itu, Dewan Penasihat SMSI Kota Cilegon yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin memberikan motivasi kepada para peserta workshop.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta mengenai dunia jurnalistik.

Selaku unsur pimpinan DPRD Cilegon, Sokhidin mengatakan pihaknya membuka ruang bagi para pelajar untuk datang ke rumah rakyat dan berdiskusi mengenai peran serta cara kerja jurnalis.

“Ruang itu dibuka agar generasi muda dapat memahami benar-benar ilmu kejurnalistikan,” ujarnya.

Workshop dan pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus memahami pentingnya menyampaikan informasi secara benar, berimbang dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!