Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

SMSI Cilegon Cetak Jurnalis Masa Depan, Tekankan Verifikasi di Tengah Banjir Informasi

32
×

SMSI Cilegon Cetak Jurnalis Masa Depan, Tekankan Verifikasi di Tengah Banjir Informasi

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Di tengah derasnya arus informasi digital yang membuat berita dapat menyebar hanya dalam hitungan detik, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon membekali pelajar dengan kemampuan jurnalistik, terutama dalam menjaga akurasi, verifikasi, dan etika.

Pembekalan itu dilakukan melalui Workshop dan Pelatihan Intensif Jurnalistik yang digelar di Journalist Boarding School (JBS), Kota Cilegon, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung semangat mencetak jurnalis siber masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada prinsip jurnalistik.

Banner

Kegiatan dihadiri Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi, Ketua PWI Kota Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Dewan Penasihat SMSI Cilegon yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin, Plt Kepala Dinas Kominfo Cilegon Noviyogi Hermawan, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Khairiyah sekaligus Kasat Pam Obvit Polres Cilegon Iptu Yogie Fahrisal.

Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi mengatakan, era disrupsi informasi dan percepatan digitalisasi membawa dampak ganda bagi masyarakat.

Di satu sisi, teknologi membuat akses informasi semakin mudah. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga membuka ruang bagi hoaks, informasi tidak terverifikasi, hingga pendangkalan karya jurnalistik.

“Di tengah situasi ini, masyarakat membutuhkan jangkar kepercayaan. Oleh karena itu, pelatihan ini dilaksanakan untuk menyiapkan jurnalis siber yang adaptif dengan pengetahuan yang matang terhadap teknologi, tetapi tetap memegang teguh prinsip dan etika jurnalistik,” kata Wawan.

Baca juga:  Ribuan Warga Cilegon Tumpah Ruah di Jalan Sehat Banten Pos, Hadiah Utama Mobil Jadi Rezeki Ibu Rumah Tangga

Menurutnya, menjadi jurnalis masa depan tidak cukup hanya mampu menyajikan informasi dengan cepat. Seorang jurnalis harus mampu menjaga akurasi, melakukan verifikasi, serta menghadirkan fakta yang dapat dipercaya masyarakat.

“Jadi jurnalis masa depan itu bukan sekadar menyajikan informasi dengan cepat, tetapi mereka harus tetap menjaga, memverifikasi dan memberikan edukasi dengan menyajikan fakta yang tentunya terpercaya,” ujarnya.

Wawan menuturkan, workshop tersebut merupakan bagian dari kontribusi SMSI Cilegon dalam memberikan pembekalan kepada generasi muda agar mampu memahami sekaligus menjalankan kerja jurnalistik secara profesional.

“Dengan terselenggaranya acara ini, tentunya tidak terlepas dari tujuan memberikan kontribusi kepada anak-anak bangsa. Pemerintah juga memiliki niatan mempersiapkan anak-anak menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Cilegon Noviyogi Hermawan mengapresiasi workshop yang digelar SMSI Cilegon.

Menurut Noviyogi, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, hingga menyebarkan informasi. Dengan telepon genggam dan media sosial, sebuah informasi dapat menyebar dalam waktu singkat.

Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan.

“Di sinilah profesi jurnalis memiliki peran sangat penting. Seorang jurnalis tidak hanya dituntut menulis berita dengan cepat, tetapi juga harus memiliki kemampuan memeriksa fakta, melakukan verifikasi, memahami konteks, menjaga perimbangan, dan mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  Pemprov Banten Percepat PSEL, Targetkan Sampah Jadi Energi dan Tekan Beban Lingkungan

Noviyogi mengatakan, tema mencetak jurnalis masa depan bukan semata-mata tentang kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, jurnalis harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan etika jurnalistik.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian seorang jurnalis dalam menjaga independensi dan profesionalitas.

“Pemerintah dan media memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kepentingan yang sama, yaitu bagaimana masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Pemkot Cilegon berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan jurnalis siber yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas serta tanggung jawab moral.

“Jurnalis yang mampu menjaga fakta, mengawal informasi, dan jurnalis yang dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasihat SMSI Kota Cilegon yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin memberikan motivasi kepada para peserta.

Ia berharap workshop dan pelatihan tersebut dapat menambah wawasan serta pemahaman pelajar mengenai dunia jurnalistik.

Sebagai unsur pimpinan DPRD Cilegon, Sokhidin juga menyatakan pihaknya membuka ruang bagi para pelajar untuk datang ke DPRD atau rumah rakyat guna berdiskusi mengenai peran dan kerja jurnalistik.

Ruang tersebut, kata dia, penting agar generasi muda dapat memahami ilmu jurnalistik secara lebih utuh, termasuk bagaimana proses kerja media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!