Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialWisata

120 Anak Muda Berebut Jadi Wajah Pariwisata Kabupaten Serang, Audisi Kang Nong 2026 Dimulai

32
×

120 Anak Muda Berebut Jadi Wajah Pariwisata Kabupaten Serang, Audisi Kang Nong 2026 Dimulai

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Sebanyak 120 pelajar dan mahasiswa dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang mulai bersaing menjadi wajah baru pariwisata daerah melalui Audisi Kang Nong Kabupaten Serang Tahun 2026.

Audisi yang digelar Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang itu berlangsung di Gedung KORPRI, Jalan Jenderal A Yani, Kota Serang, Sabtu (26/9/2026).

Banner

Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasadya mengatakan, pemilihan Kang Nong Kabupaten Serang kembali digelar setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2024.

Menurutnya, ajang tersebut tidak sekadar mencari figur representatif bagi daerah, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan duta-duta yang dapat berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pariwisata, literasi, perpajakan hingga lingkungan hidup.

“Sekarang kita adakan di tahun 2026 karena untuk mencari duta-duta pariwisata, duta literasi, duta pajak, duta lingkungan hidup, dan sebagainya,” kata Anas usai membuka audisi, didampingi Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kabupaten Serang, Devi Maryati.

Dari 120 peserta yang mengikuti audisi, proses seleksi akan dilakukan secara bertahap hingga mengerucut menjadi 10 pasang finalis Kang dan Nong Kabupaten Serang.

Anas berharap, ajang tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus potensi terbaik mereka.

“Kami berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan ini bisa membuka semangat tentunya para generasi muda, untuk menunjukkan potensi-potensi terbaik mereka di Audisi Kang Nong Kabupaten Serang,” ujarnya.

Baca juga:  Warga Desak Pemkot Cilegon Bangun Tandon Air, Solusi Nyata Atasi Banjir

Namun, Anas mengakui pelaksanaan Kang Nong 2026 memiliki perbedaan dibandingkan penyelenggaraan 2024. Kondisi efisiensi anggaran membuat Disporapar harus mencari potensi generasi muda dengan sumber daya yang lebih terbatas.

Meski demikian, ia memastikan proses pemilihan tetap diarahkan untuk menghasilkan Kang Nong yang mampu membawa nama Kabupaten Serang dalam berbagai agenda promosi daerah.

“Mudah-mudahan juga tahun ini kita bisa menghasilkan Kang Nong nanti yang bisa mewakili pemuda pemudi di Kabupaten Serang. Rencana ke depan ada Festival Anyer-Panarukan dan berbagai festival lainnya,” katanya.

Anas menambahkan, keberadaan Kang Nong nantinya diharapkan tidak hanya sebatas gelar atau simbol, tetapi memiliki peran dalam membantu pemerintah mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Serang.

“ tentunya, Kang Nong ini dibutuhkan nanti untuk menyampaikan promosi-promosi pariwisata dan juga hal-hal lain mungkin yang dapat membantu Kabupaten Serang berkembang lebih maju nantinya,” tambahnya.

Seleksi Berlapis, 120 Peserta Dikerucutkan Jadi 10 Pasang

Sementara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kabupaten Serang Devi Maryati menjelaskan, proses pemilihan Kang Nong 2026 dilakukan melalui sejumlah tahapan.

Tahap awal dimulai dengan pendaftaran yang disertai ketentuan umum dan khusus bagi para peserta. Dari 120 peserta yang mendaftar, seluruhnya terlebih dahulu mengikuti seleksi administrasi.

“Juri-juri di tahap ini melakukan seleksi secara administrasi dari syarat-syarat ketentuan yang tadi sudah diberikan ketentuan dari pendaftaran. Setelah tahap 1 seleksi pendaftaran, akan ditentukan yang lolos masuk 50 besar untuk mengikuti audisi tahap dua,” jelas Devi.

Baca juga:  Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo Puji Gebrakan Andra Soni: Desa Dibangun, Sekolah Digratiskan

Pada tahap kedua, peserta yang lolos 50 besar akan mengikuti uji bakat. Mereka diberi kesempatan menunjukkan kemampuan dan potensi masing-masing di hadapan dewan juri.

Dari tahap tersebut, jumlah peserta kembali dikerucutkan menjadi 40 besar atau 20 pasang.

Para peserta yang lolos kemudian akan menjalani karantina selama dua hari di salah satu hotel di Kecamatan Anyer.

Dalam masa karantina, peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan, antara lain materi psikologi, tata cara table manner, hingga etika dan sopan santun.

“Karantina selama dua hari. Di situ akan diberikan pembekalan-pembekalan materi dari sisi psikologi, dari cara melaksanakan table manner atau etika sopan santun. Itu semua nanti akan dibekali di karantina,” terang Devi.

Setelah menjalani karantina, proses seleksi akan kembali dilakukan hingga menghasilkan 10 finalis Kang dan 10 finalis Nong atau 10 pasang Kang Nong Kabupaten Serang.

Sementara untuk lokasi pelaksanaan grand final, Disporapar Kabupaten Serang masih melakukan pembahasan dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan anggaran.

“Untuk grand final masih kita diskusikan untuk tempatnya, karena kita juga melihat kondisi,” pungkas Devi.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!