CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon telah menerbitkan lima surat rekomendasi bagi pengurus dan kader NU yang berminat mengikuti proses rekrutmen calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon.
Ketua PCNU Kota Cilegon, Erick Rabiin, mengatakan, kelima rekomendasi tersebut diberikan kepada pengurus dan kader NU yang secara pribadi berkeinginan mengikuti proses seleksi. Ia menegaskan, PCNU tidak mendaftarkan calon secara kelembagaan, melainkan memberikan dukungan melalui surat rekomendasi.
“Kalau mendaftarnya secara pribadi, cuma kami memberikan surat rekomendasi. Saya sudah mengeluarkan surat rekomendasi sebanyak lima orang. Itu pengurus dan kader NU,” ujar Erick.
Beberapa nama yang telah mendapatkan rekomendasi di antaranya Ustaz Marhani selaku Ketua MWC NU Kecamatan Grogol dan Indra yang menjabat Sekretaris MWC NU Kecamatan Cilegon. Selain itu, terdapat Sam’udi, Ketua MWC NU Kecamatan Purwakarta, yang juga berencana mengikuti proses seleksi.
Erick menjelaskan, para calon saat ini tengah melengkapi sejumlah persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Sebagian berkas disebut sudah lengkap, sementara lainnya masih dalam proses pemenuhan dokumen, termasuk surat keterangan sehat dari rumah sakit.
Menurutnya, para kader NU yang mendapatkan rekomendasi tersebut bukan sekadar ingin meramaikan kontestasi, melainkan memiliki keseriusan untuk bersaing dan menjadi bagian dari kepemimpinan Baznas Kota Cilegon.
“Siap bertarung untuk menjadi pemenang,” tegasnya.
Erick mengungkapkan, pada awal dibukanya proses rekrutmen, sejumlah pengurus dan kader PCNU sempat ragu untuk ikut mendaftar. Keraguan itu muncul karena adanya kekhawatiran terhadap transparansi proses seleksi.
Namun, ia kemudian mendorong kader-kader NU yang memiliki minat dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam proses tersebut.
Erick menegaskan, PCNU juga berkomitmen mengawal jalannya seleksi agar berlangsung transparan dan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta.
“Kami di PCNU siap mengawal prosesnya. Dalam artian, proses yang akan kita dorong agar terjadi transparansi, sehingga orang-orang yang memang memenuhi syarat dan kualifikasi tentunya harus sportif dan bisa diterima,” ungkapnya.
Ia berharap proses rekrutmen pimpinan Baznas Kota Cilegon benar-benar berjalan secara terbuka, objektif, dan mengedepankan kompetensi calon, sehingga menghasilkan figur yang mampu menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab.















