Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

Raras Fajar: Pintar Saja Tak Cukup, Etika Jadi Kunci Membangun Masyarakat Berkualitas

35
×

Raras Fajar: Pintar Saja Tak Cukup, Etika Jadi Kunci Membangun Masyarakat Berkualitas

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Gerakan sosial Sayang Cilegon menghadirkan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati Fajar atau yang akrab disapa Raras, sebagai narasumber dalam seminar bertajuk “Pintar Saja Tidak Cukup, Keselarasan Ilmu dan Etika” yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang diikuti berbagai elemen masyarakat tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Banner

Dalam pemaparannya, Raras menegaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, tetapi juga oleh sikap, perilaku, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Harapan kami, dengan adanya acara ini, ketika keluar dari Aula Setda mindset peserta dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya,” ujar Raras.

Menurutnya, ilmu pengetahuan dan etika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kami seminar ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kecerdasan tanpa etika tidak akan memberikan manfaat yang optimal,” katanya.

Baca juga:  Wakil Gubernur Banten di Hadapan Mahasiswa: Anak Muda adalah Arsitek Indonesia Emas

Ia menambahkan, keberhasilan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari kemampuan akademik atau intelektual semata, melainkan juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pintar saja bukanlah hal yang utama jika tidak dibarengi dengan etika,” lanjutnya.

Raras juga menilai masih banyak persoalan sosial dan kemasyarakatan yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia berharap kegiatan edukatif seperti seminar ini dapat terus berlanjut dengan pembahasan yang lebih mendalam.

“Ke depan masih banyak hal yang perlu kita sentuh. Terima kasih atas semangat yang ditunjukkan hari ini, dan akan ada sesi-sesi yang lebih mendalam lagi agar manfaatnya semakin luas,” tuturnya.

Sementara itu, Founder Sayang Cilegon, Adi Sudrajat, menjelaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat Kota Cilegon.

“Kami menilai masyarakat saat ini membutuhkan motivasi, masukan, dan semangat positif untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Adi mengatakan, kehadiran Raras dalam seminar tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi peserta, khususnya terkait pentingnya membangun karakter yang seimbang antara kecerdasan dan etika.

Baca juga:  Harhubnas 2025 di Banten: BPTD Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Rakyat Transportasi

“Kami sangat peduli dengan kondisi di Kota Cilegon. Karena itu kami menghadirkan Bu Raras untuk berbagi insight dan pengalaman, sebab kami meyakini beliau memiliki kapasitas dan kompetensi di bidangnya. Dengan semangat kolaborasi yang ditunjukkan hari ini, kami optimistis masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!