Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaBisnisDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Iing Solihin Bidik KADIN Cilegon: Pengusaha Lokal Jangan Jadi Penonton di Kota Industri

164
×

Iing Solihin Bidik KADIN Cilegon: Pengusaha Lokal Jangan Jadi Penonton di Kota Industri

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – H. Iing Solihin resmi memaparkan konsep besar pencalonannya sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon periode 2026–2030. Ia menegaskan komitmennya untuk mengangkat peran pengusaha lokal agar tidak lagi tersisih di tengah dominasi industri besar.

Dalam dokumen visi–misi yang disampaikan, Iing menekankan bahwa pencalonannya bukan sekadar kontestasi organisasi, melainkan upaya mendorong perubahan nyata dalam struktur ekonomi Kota Cilegon.

Banner

“Pengusaha lokal harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, bukan sekadar penonton di tengah geliat industri besar,” tegas Iing.

Ia menyebutkan, ada lima tujuan utama pencalonannya, di antaranya memperkuat posisi pengusaha lokal, mendorong pemerataan ekonomi antara industri besar dan UMKM, serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat, transparan, dan berkeadilan.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal juga menjadi fokus utama agar mampu terserap secara optimal di sektor industri yang berkembang pesat di Kota Baja.

Dalam visinya, Iing mengusung gagasan besar: menjadikan KADIN Kota Cilegon sebagai organisasi yang kuat, inklusif, dan berdaya saing, dengan pengusaha lokal sebagai pilar utama ekonomi industri.

Baca juga:  Banten Tuan Rumah HPN 2026: Momentum Emas Pers Nasional Dongkrak Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi strategis, seperti memperjuangkan keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok industri, mendorong kemitraan antara industri besar dengan UMKM dan koperasi, hingga mempercepat digitalisasi usaha di era industri modern.

Tak hanya itu, Iing juga menyiapkan enam program unggulan yang akan menjadi motor penggerak KADIN ke depan. Program tersebut meliputi “Pengusaha Lokal Naik Kelas” melalui pendampingan UMKM menjadi vendor industri, program kemitraan industri dengan membuka akses subkontrak, hingga program “SDM Siap Industri” yang berfokus pada pelatihan dan penempatan tenaga kerja lokal.

Ia juga menaruh perhatian pada digitalisasi usaha melalui penguatan platform data pengusaha serta sistem informasi peluang proyek dan tender. Sementara di sisi advokasi, KADIN di bawah kepemimpinannya diharapkan mampu menjadi pelindung sekaligus jembatan komunikasi antara pengusaha dan pemerintah.

Melihat karakteristik Cilegon sebagai kota industri berbasis baja, kimia, dan energi, Iing menilai perlu adanya langkah konkret untuk mengurangi kesenjangan antara industri besar dan masyarakat lokal.

Baca juga:  Tinawati Andra Soni Ajak Kader Posyandu Gencarkan Sosialisasi Posyandu 6 SPM

“Kita ingin ada pemerataan. Industri besar tetap tumbuh, tapi pengusaha lokal juga harus ikut naik kelas dan terlibat langsung dalam ekosistemnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi industri yang melibatkan UMKM dan koperasi, serta penciptaan lapangan kerja nyata bagi masyarakat Cilegon.

Sebagai penutup, Iing mengusung tagline yang menjadi semangat gerakannya: “Dari Cilegon Juare, Oleh Pengusaha Lokal Juare, Untuk Kesejahteraan Bersama.”

Dengan konsep tersebut, ia optimistis KADIN Kota Cilegon ke depan dapat menjadi organisasi strategis yang benar-benar memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!