SERANG, RUBRIKBANTEN – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak seluruh kader Posyandu di Provinsi Banten untuk memperkuat sosialisasi implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memahami Posyandu hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, padahal saat ini Posyandu memiliki peran yang jauh lebih luas sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024.
Hal itu disampaikan Tinawati saat melakukan Kunjungan dan Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Posyandu Wijaya Asri, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (31/7/2026).
“Posyandu 6 SPM ini masih banyak yang belum diketahui masyarakat. Karena itu saya mengimbau para pembina Posyandu dan seluruh kader untuk terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa Posyandu saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas,” ujar Tinawati.
Kawal Program Pemerintah Sampai ke Masyarakat
Tinawati menjelaskan, implementasi Posyandu 6 SPM merupakan bagian dari upaya mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar pelayanan dasar benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tugas kami di Posyandu adalah memastikan program-program baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat terlaksana dengan baik di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pembinaan Posyandu harus dilakukan secara bertahap, konsisten, dan berkelanjutan. Menurutnya, implementasi enam bidang SPM tidak dapat diwujudkan secara instan, tetapi membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pihak.
“Pembinaan ini harus dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, tidak hanya saat ada penilaian. Harapan kami, implementasi Posyandu 6 SPM dibangun secara perlahan tetapi konsisten sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Lomba Posyandu Bukan Sekadar Mencari Juara
Tinawati menekankan, kunjungan dan penilaian lomba Posyandu bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, melainkan menjadi sarana belajar bersama dan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan mencari siapa yang terbaik, tetapi memastikan implementasi Posyandu 6 SPM berjalan dengan baik sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024,” jelasnya.
Tinjau Program Makan Bergizi Gratis untuk Balita
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati juga meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita di Posyandu Wijaya Asri.
Ia menilai program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting.
Tinawati berharap pelaksanaan MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara optimal.
Apresiasi untuk Kader Posyandu
Tinawati turut memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten yang terus mengabdikan diri melayani masyarakat.
Ia mengajak seluruh kader untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepala daerah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pengampu kebijakan agar implementasi Posyandu 6 SPM semakin optimal.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Serang Arfina Rustandi mengatakan kehadiran Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten menjadi penyemangat bagi para kader Posyandu di Kota Serang.
Menurut Arfina, Posyandu kini tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat edukasi keluarga dan masyarakat melalui implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
“Kami berkomitmen terus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Lomba Posyandu juga menjadi momentum untuk berbagi pengalaman, memperkuat sinergi, dan memotivasi kader agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.















