CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinamika organisasi guru di Kota Cilegon memasuki babak baru. Forum Komunikasi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Cilegon secara terbuka menyatakan tidak lagi sejalan dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon dalam menyikapi agenda perjuangan guru PPPK menjelang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengurus PPPK Pusat Indonesia Tahun 2026 di Bandung.
Sikap tersebut diambil setelah Forum Komunikasi Guru PPPK Cilegon menilai dukungan dan respons PGRI terhadap agenda nasional yang menyangkut kepentingan guru PPPK belum mampu mengakomodasi kebutuhan serta aspirasi para guru PPPK di daerah.
Menurut Forum, Rakornas PPPK 2026 di Bandung menjadi momentum penting karena akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari kepastian jenjang karier, kesejahteraan jangka panjang, kejelasan formasi, hingga status guru PPPK secara nasional.
Namun, Forum menilai terdapat perbedaan arah perjuangan dengan PGRI sehingga memilih mengambil langkah secara mandiri.
“Kami menghormati PGRI sebagai organisasi profesi senior. Namun untuk urusan Rakornas Bandung 2026, kami terpaksa memilih jalan yang berbeda. Kebutuhan perjuangan guru PPPK saat ini membutuhkan kecepatan, ketegasan, dan fokus penuh yang tampaknya belum bisa diakomodasi secara optimal di sana,” demikian pernyataan Forum Komunikasi Guru PPPK Kota Cilegon.
Forum menegaskan keputusan tersebut bukan bertujuan menciptakan konflik organisasi, melainkan sebagai upaya memperjuangkan kepentingan guru PPPK secara lebih efektif dan langsung kepada Pengurus PPPK Pusat Indonesia.
Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi sikap independen tersebut. Pertama, kebutuhan akan ruang gerak yang lebih cepat dalam merespons perubahan regulasi pemerintah terkait PPPK. Kedua, memastikan aspirasi guru PPPK Kota Cilegon tersampaikan secara utuh tanpa harus melalui mekanisme organisasi lain. Ketiga, membangun komunikasi langsung dengan pengurus pusat agar menghasilkan langkah konkret bagi kepastian status dan kesejahteraan guru PPPK.
Forum juga menyatakan siap mengawal seluruh aspirasi guru PPPK Kota Cilegon pada Rakornas Bandung serta menerima segala konsekuensi atas keputusan tersebut.
Perbedaan sikap ini menjadi dinamika baru dalam perjuangan organisasi guru di Kota Cilegon. Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari PGRI Kota Cilegon terkait pernyataan Forum Komunikasi Guru PPPK tersebut.















