SERANG, RUBRIKBANTEN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang terus memperluas akses pelatihan kerja yang inklusif. Sebanyak 16 penyandang disabilitas mengikuti Tailor Made Training (TMT) Pembuatan Espresso dan Latte Art sebagai bekal keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari tersebut merupakan hasil kerja sama Disnakertrans Kabupaten Serang dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kementerian Ketenagakerjaan.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, mengatakan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang yang melihat profesi barista memiliki peluang usaha yang semakin besar.
“Pelatihan ini merupakan kerja sama Disnakertrans dengan BBPVP Serang dalam program Tailor Made Training. Usulan pelatihan berasal dari PPDI Kabupaten Serang yang menginginkan pelatihan barista karena profesi ini memiliki prospek yang baik, terutama untuk pengembangan kewirausahaan,” kata Diana usai membuka kegiatan.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Serang dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin kesempatan yang sama di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan.
“Kami ingin memastikan tidak ada diskriminasi. Penyandang disabilitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja maupun berwirausaha. Mudah-mudahan keterampilan yang diperoleh bisa diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha yang mampu membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Diana menjelaskan, sebagian peserta telah memiliki pekerjaan maupun usaha, termasuk mengelola kantin, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah usaha mereka melalui keterampilan meracik kopi espresso dan membuat latte art.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan berbagai pelatihan keterampilan merupakan bagian dari arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Kabupaten Serang.
“Kami diminta terus memperbanyak masyarakat Kabupaten Serang yang kompeten melalui pelatihan agar semakin banyak peluang kerja maupun usaha yang tercipta,” katanya.
Selain itu, Diana mengajak PPDI dan media massa untuk membantu menyosialisasikan berbagai program pelatihan Disnakertrans karena kuota peserta yang tersedia masih cukup besar.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon, mengatakan seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan.
Ia memastikan Disnakertrans tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan melalui monitoring setelah program selesai.
“Ke depan kami akan terus memfasilitasi berbagai program pengembangan kompetensi bagi penyandang disabilitas. Setelah pelatihan selesai juga akan dilakukan monitoring agar keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan kompetensi peserta,” ujarnya.















