TANGERANG, RUBRIKBANTEN — Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mempelajari pencak silat sebagai seni bela diri dan olahraga, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Indonesia sekaligus membangun karakter.
Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II di GOR Karang Kitri, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).
“Silat harus terus diwariskan,” tegas Dimyati.
Menurutnya, pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan bertarung. Proses latihan yang disiplin dapat membentuk keberanian, ketekunan, kemampuan mengatur waktu, hingga karakter seseorang.
Dimyati menyebut, orang yang serius mempelajari pencak silat akan terbiasa hidup disiplin dan teratur. Kebiasaan tersebut pada akhirnya membuat waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.
“Bisa memanfaatkan waktu, sehingga berdaya guna,” ujarnya.
Selain kedisiplinan, pencak silat juga dinilai mampu membangun karakter yang sopan, santun dan berakhlakul karimah. Nilai-nilai tersebut, kata Dimyati, penting dalam membentuk kecerdasan emosional generasi muda.
“Membangun kecerdasan emosional yang bagus,” tuturnya.
Dimyati juga menilai pencak silat memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan nilai keimanan dan ketakwaan. Tradisi mengawali latihan dengan doa menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga tersebut dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Hati menjadi dekat dengan Allah,” katanya.
Di sisi lain, pencak silat juga melatih keberanian. Namun, keberanian tersebut harus diarahkan untuk membela kebenaran dan melakukan kebaikan, bukan digunakan untuk melakukan kekerasan atau kejahatan.
“Yang bisa silat memiliki keberanian untuk membela yang benar atau amar makruf nahi mungkar,” ujarnya.
Menurut Dimyati, latihan pencak silat juga mengajarkan kesabaran, kekeluargaan, sikap saling menolong dan keikhlasan.
“Silat menumbuhkan kesabaran, sikap saling menolong alias kekeluargaan dan menumbuhkan hati yang ikhlas,” paparnya.
Karena itu, Dimyati berharap pencak silat semakin berkembang dan digemari masyarakat, khususnya anak-anak serta generasi muda. Ia juga mendorong semakin banyak kejuaraan pencak silat digelar sebagai ruang bagi para atlet muda untuk berkembang.
“Semoga semakin banyak yang menyelenggarakan turnamen-turnamen pencak silat,” katanya.
705 Pesilat Ramaikan Nyimas Banten II
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, Sri Panggung Lestari, mengatakan kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari, 15–16 Agustus 2026.
Sebanyak 705 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka terdiri dari 352 pesilat laki-laki dan 353 pesilat perempuan yang terbagi dalam tiga kategori pertandingan.
Sri mengatakan, nama Nyimas Banten terinspirasi dari dua tokoh perempuan pemberani asal Banten, yakni Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan. Keduanya dikenal sebagai pendekar perempuan yang berani memimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
“Turnamen pencak silat Nyimas Banten diharapkan melahirkan Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan pada masa kini,” ujar Sri.
Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya anggota Komisi I DPR RI Okta Komala Dewi, Staf Ahli Menko Pangan Irna Narulita Dimyati Natakusumah, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Banten Ajat Sudrajat, Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II Sri Panggung Lestari, serta anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tangerang, Aida Hubaedah.















