CILEGON, RUBRIKBANTEN – Klinik Fafasa23 di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar bakti sosial dan aksi kemanusiaan dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian tasyakuran klinik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas manfaat pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.
Beragam layanan disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, fisioterapi, hingga pemeriksaan IVA untuk mendukung deteksi dini masalah kesehatan reproduksi.
Klinik Fafasa23 juga menggelar sunatan massal, donor darah, edukasi tumbuh kembang anak, pijat bayi, hingga konseling psikologi. Berbagai layanan itu melibatkan tenaga medis dan praktisi dari sejumlah bidang.
Koordinator Pelayanan Klinik Fafasa23, drg. Yenni Juwita Sari, mengatakan kegiatan sosial tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini rutin digelar setiap tahun yang meliputi sunatan massal, pemeriksaan dan pengobatan gratis, senam bersama, serta donor darah,” ungkap Yenni.
Untuk layanan donor darah, Klinik Fafasa23 menggandeng petugas transfusi darah dari PMI Cilegon. Sementara sunatan massal ditangani tim medis khusus, sedangkan layanan psikologi dan pijat bayi diberikan oleh tenaga yang kompeten di bidangnya.
Kepala Klinik Fafasa23, dr. Dedi Tri Oktiyadi, MARS, menegaskan tasyakuran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Menurutnya, kegiatan itu harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Bersyukur dengan berbagi, hadir dengan melayani,” menjadi semangat yang diusung Klinik Fafasa23 dalam kegiatan tersebut.
Dedi menyebut sedikitnya 300 orang mendapatkan pelayanan dalam kegiatan sosial tersebut. Rinciannya, 20 anak mengikuti sunatan massal, 80 peserta mendapatkan pemeriksaan gigi, sedangkan sekitar 200 peserta memperoleh pemeriksaan dan pengobatan umum.
“Untuk peserta sunatan massal ada 20 anak. 80 peserta menjalani pemeriksaan gigi, sementara sekitar 200 peserta mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan umum, dengan total 300 peserta,” jelas Dedi.
Menurut Dedi, Klinik Fafasa23 memang dirancang dengan konsep pelayanan kesehatan yang cukup lengkap. Fasilitas tersebut menyediakan poli umum, poli gigi, poli sunat atau Bandara Sunat, fisioterapi, psikologi, beauty care, baby massage, hingga layanan homecare.
Untuk layanan sunat modern, proses tindakan disebut dapat berlangsung relatif cepat, sekitar 30 hingga 60 menit.
“Tagline kami, habis sunat langsung loncat,” katanya.
Sementara itu, di layanan poli gigi, drg. Yenni memperkenalkan program edukasi dan perawatan yang disebut “imunisasi gigi”. Program tersebut ditujukan untuk membantu mencegah gigi berlubang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan gigi.
“Imunisasi gigi ini adalah tindakan atau treatment untuk mencegah gigi berlubang sekaligus mengedukasi pasien agar lebih menjaga kebersihan gigi. Ini dapat diakses dari anak-anak hingga dewasa,” ujar Yenni.
Kepedulian Klinik Fafasa23 terhadap masyarakat juga tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bakti sosial tahunan. Klinik tersebut menjalankan program pelayanan kesehatan gratis secara rutin setiap Jumat.
Program itu menyasar masyarakat kurang mampu, anak yatim, santri, penghafal Al-Qur’an, janda, serta kaum dhuafa.
Layanan gratis yang diberikan meliputi poli umum, poli gigi, fisioterapi, hingga layanan sunat.
Dengan berbagai program tersebut, Klinik Fafasa23 berupaya menempatkan pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial sebagai bagian dari keberadaannya di tengah masyarakat.
Klinik yang berlokasi di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, itu menyediakan layanan kesehatan terpadu, mulai dari dokter umum, dokter gigi, sunat, fisioterapi, psikologi, kecantikan, hingga pijat bayi.
Klinik Fafasa23 menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang mengedepankan profesionalisme, kenyamanan, serta kualitas, sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan kesehatan dalam satu tempat.















