CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon resmi menggerakkan program penanaman sejuta pohon sebagai langkah strategis untuk meminimalisir risiko bencana sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Cilegon. Program ini juga menjadi upaya konkret pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kegiatan penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, didampingi Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra serta unsur Forkopimda, di area Galian Pasir CV. Gading Putra Jaya, Link. Bentola RT 03/01, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kamis (15/1/2026).
Dalam sambutannya, Robinsar menegaskan bahwa gerakan penanaman sejuta pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program nyata yang telah direncanakan dan kini dipercepat pelaksanaannya.
“Hari ini kami lakukan gerakan penanaman sejuta pohon. Ini bukan seremonial, tetapi langkah nyata. Awalnya direncanakan pertengahan tahun, namun karena kondisi alam, program ini kami realisasikan lebih cepat,” ujar Robinsar.
Menurutnya, momentum penanaman pohon menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki kondisi lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.
“Reboisasi sangat berkaitan dengan kualitas udara. Cilegon adalah kota industri, sehingga kita juga harus memikirkan dampak polusi. Penanaman pohon ini bukan hanya mencegah banjir, tapi juga memperbaiki kualitas udara,” jelasnya.
Robinsar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan industri, untuk aktif terlibat dalam gerakan penghijauan tanpa harus menunggu instruksi pemerintah.
“Sekecil apa pun kontribusi yang bisa dilakukan untuk lingkungan, harus kita lakukan. Dampaknya akan kembali kepada kita sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan bahwa Pemkot Cilegon telah melakukan pemetaan lahan yang membutuhkan penanaman, terutama di kawasan bekas pertambangan dan bantaran sungai.
“Kami fokus pada lahan-lahan rawan seperti bekas tambang dan bantaran sungai untuk memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta menekan risiko banjir dan longsor,” katanya.
Ia menjelaskan, penanaman sejuta pohon dilakukan secara bertahap dan serentak di beberapa kecamatan, yakni Cibeber, Cilegon, Citangkil, dan Ciwandan, dengan menyesuaikan kebutuhan lahan.
“Jumlah penanaman tidak dipaksakan. Yang terpenting sesuai kebutuhan lahan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Komandan Kodim 0623 Cilegon Letkol Inf. Imam Buchori. Ia menilai program tersebut sangat efektif sebagai upaya mitigasi bencana jangka panjang.
“Kami sangat mendukung program penanaman sejuta pohon ini. Ini langkah penting untuk mitigasi bencana dan perbaikan lingkungan,” ungkapnya.
Imam pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggalakkan penghijauan demi menjaga Kota Cilegon tetap hijau dan aman dari ancaman banjir di masa mendatang.
“Dengan menanam dan menjaga pohon di lingkungan masing-masing, semoga Cilegon terhindar dari risiko bencana ke depan,” pungkasnya.















