SERANG, RUBRIKBANTEN – PT Parkland World Indonesia (PWI) 1 bersiap menghidupkan kembali lahan seluas 15 hektare miliknya di Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Lahan yang sempat terbengkalai usai pabrik sepatu berhenti beroperasi itu kini diproyeksikan menjadi pusat bisnis baru dengan beragam peluang usaha.
Rencana tersebut mencuat saat Dewan Penasehat PT PWI 1, Kim Soong, melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di Pendopo Bupati Serang, Senin (2/2/2026). Kim Soong diterima langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, didampingi Asda I Syamsuddin, Asda II Febriyanto, serta Kepala Disnakertrans Diana Ardhitanty Utami.
Pertemuan itu bertujuan untuk berkonsultasi terkait kebijakan administrasi dan perizinan pengembangan lahan. Sebelumnya, PT PWI 1 sempat memproduksi sepatu, namun operasionalnya tak bertahan lama dan berpindah ke Jawa akibat tingginya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kabupaten Serang.
Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, menegaskan bahwa rencana PT PWI 1 saat ini masih berada pada tahap konsultasi kebijakan, sehingga jenis usaha yang akan dikembangkan belum ditentukan.
“Ada Parkland yang aktivitasnya sudah semakin menurun dan dari PT PWI sendiri ingin mengembangkan lokasi itu. Apakah nanti menjadi pusat industri, kawasan residensial, rumah sakit, atau bahkan mal, peluangnya masih sangat terbuka,” ujar Zaldi.
Zaldi memastikan Pemkab Serang mendukung penuh rencana tersebut karena dinilai berpotensi besar membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Selama bisa membuka bisnis baru, menyerap tenaga kerja, dan menambah pajak daerah, tentu akan kita support penuh. Dulu memang ada pabrik sepatu di situ, namun karena persoalan UMK sebagian aktivitasnya pindah ke Jawa,” jelasnya.
Sementara itu, Dewan Penasehat PT PWI 1 Kim Soong mengatakan pihaknya ingin memanfaatkan lahan yang sudah lama kosong agar kembali produktif dan memberi dampak ekonomi.
“Hari ini kami mengumpulkan kebijakan, bagaimana mengembangkan tanah yang sudah lama tidak dikembangkan. Kami juga mencari momentum untuk menciptakan tempat kerja,” kata Kim Soong.
Menurutnya, pengembangan lahan tersebut diyakini akan memberikan kontribusi positif bagi daerah, baik dari sisi pajak maupun penyerapan tenaga kerja lokal.
“Saya yakin ini akan menjadi sumber pajak daerah. Mudah-mudahan proyek ini bisa memberi sumbangan bagi perkembangan ekonomi secara komprehensif,” ungkapnya.
Meski demikian, Kim Soong mengaku belum dapat memastikan jenis bisnis yang akan dikembangkan karena masih menunggu kepastian regulasi dan perizinan.
“Kami belum bicara detail karena masih ada peraturan yang harus diindahkan. Harapannya nanti bisa tercipta lapangan kerja lebih banyak dari sebelumnya,” pungkasnya.















