Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

CKG Cilegon Jemput Bola, Dinkes Sisir Kelurahan hingga Deteksi TBC

32
×

CKG Cilegon Jemput Bola, Dinkes Sisir Kelurahan hingga Deteksi TBC

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon terus memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menerapkan pola jemput bola. Masyarakat tidak harus datang ke fasilitas kesehatan karena petugas akan mendatangi masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Katim P2P Dinkes Kota Cilegon, Tatang Priatna, mengatakan pelayanan CKG dilakukan secara mobile dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, anak sekolah, lansia hingga masyarakat umum.

Banner

“Pokoknya ke kelurahan, kita siapin kelurahan ke kelurahan, minta tempat untuk pelayanan CKG. Selain itu juga kita dengan komunitas,” ujar Tatang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan CKG juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas. Petugas kesehatan turun langsung ke lokasi kegiatan masyarakat untuk memperluas jangkauan pemeriksaan.

Tak hanya CKG, Dinkes Cilegon saat ini juga mengintegrasikan pemeriksaan tersebut dengan kegiatan screening tuberkulosis (TBC). Program ini ditargetkan berlangsung hingga November 2026.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat tidak hanya menjalani pemeriksaan TBC, tetapi juga mendapatkan sejumlah pemeriksaan kesehatan lainnya.

Baca juga:  Truk Tronton Renggut Nyawa Relawan, Dishub Cilegon Usul Larangan Total Truk di Jalan Nasional

“Screening TBC-nya ada rontgen di situ, ada gula darah, diperiksa, ada tensi,” kata Tatang.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut. Apabila ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas akan mengarahkan atau menghubungkan pasien dengan puskesmas sesuai wilayahnya.

Tatang menjelaskan, sasaran program tersebut cukup luas. Selain masyarakat umum, pemeriksaan juga menyasar anak sekolah, ibu hamil hingga kelompok lansia.

Pelaksanaan di lapangan tetap melibatkan puskesmas. Hasil pemeriksaan kemudian diinput melalui sistem yang tersedia.

Namun, Dinkes Cilegon masih menghadapi kendala dalam proses input data. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah data kependudukan masyarakat yang tidak valid atau belum sesuai dengan sistem.

“PKG itu membutuhkan nomor kependudukan untuk diinput di Satu Sehat,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Cilegon berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk membantu proses validasi data kependudukan masyarakat.

Selain persoalan validasi NIK, Tatang juga mengungkapkan adanya kendala teknis dalam proses input hasil pemeriksaan ke aplikasi.

Baca juga:  Guru Cilegon Naik Kelas! PGRI Gelar Diklat Deep Learning dan Koding, Siapkan Generasi “Cilegon Juare”

Ia mencontohkan, dari 15 pemeriksaan yang dilakukan secara manual, terkadang hanya sebagian kecil yang berhasil masuk ke dalam aplikasi.

“Yang masuk di aplikasi cuma dua,” ujarnya.

Menurut Tatang, kendala tersebut masih terus dilaporkan dan dikoordinasikan untuk mengetahui apakah disebabkan oleh sistem maupun faktor teknis lainnya.

Meski demikian, Dinkes Cilegon memastikan kegiatan screening TBC yang terintegrasi dengan CKG tetap berjalan. Program tersebut ditargetkan berlangsung hingga November.

Dengan pola jemput bola, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan sejak dini, sekaligus mempercepat penemuan kasus TBC maupun penyakit lainnya sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui fasilitas kesehatan.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!