CILEGON, RUBRIKBANTEN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Cilegon telah menjangkau sekitar 251 ribu warga. Hingga saat ini, capaian pemeriksaan kesehatan gratis tersebut telah mencapai 52,93 persen dari sasaran.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Tatang Priatna mengatakan, CKG menyasar seluruh kelompok usia dalam siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
“Cek kesehatan gratis di Kota Cilegon sudah mencapai 52,93 persen, berarti yang sudah dilayani CKG sekitar 251 ribu orang,” kata Tatang saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, sasaran CKG meliputi bayi baru lahir hingga usia 11 bulan, balita dan anak prasekolah usia 1-6 tahun, anak usia sekolah dan remaja 7-17 tahun, kelompok dewasa 18-59 tahun, serta lansia berusia 60 tahun ke atas.
Menurut Tatang, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, sejumlah penyakit tidak menular masih menjadi temuan yang cukup dominan. Di antaranya diabetes, hipertensi dan obesitas.
“Penyakitnya kebanyakan diabetes, hipertensi, obesitas,” ujarnya.
Meski demikian, pelaksanaan CKG di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah adanya masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatan karena khawatir mengetahui kondisi penyakit yang dideritanya.
“Biasanya ada masyarakat yang tidak mau dicek kesehatannya dengan alasan takut ketahuan penyakitnya, nanti kepikiran,” katanya.
Selain itu, kendala juga ditemukan dalam proses penginputan hasil pemeriksaan melalui aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). Tatang menyebut, terkadang ditemukan data kependudukan yang tidak valid sehingga petugas harus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Dinkes Cilegon pun mengimbau masyarakat memanfaatkan program CKG sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Tatang menegaskan, masyarakat tidak harus selalu mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan. Petugas kesehatan juga melakukan pelayanan dengan mendatangi wilayah masyarakat, termasuk hingga ke kampung-kampung.
“Manfaatkan cek kesehatan gratis ini. Kita cegah sedini mungkin dan kita obati jika sudah terjadi, supaya tidak terjadi komplikasi penyakit ke mana-mana,” tuturnya.
Selain pemeriksaan penyakit tidak menular, program CKG juga mencakup pemeriksaan sejumlah penyakit menular, termasuk HIV dan sifilis.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan masalah kesehatan.















