Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

JLS Cilegon Kerap Telan Korban, Dishub Siapkan 5 Garis Kejut di Titik Rawan

23
×

JLS Cilegon Kerap Telan Korban, Dishub Siapkan 5 Garis Kejut di Titik Rawan

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kembali menjadi sorotan menyusul tingginya risiko kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kini menyiapkan pemasangan garis kejut di lima titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Langkah tersebut disiapkan sebagai upaya menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di JLS.

Banner

Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Cilegon, Faturohman, mengatakan pemasangan garis kejut menjadi salah satu respons pemerintah terhadap kecelakaan yang berulang terjadi di JLS.

“Memberikan kenyamanan dan keselamatan, mengurangi angka kecelakaan. Secepatnya kita akan pasang itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa,” kata Faturohman, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, lima titik tersebut merupakan lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Dishub Cilegon juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait rencana rekayasa lalu lintas tersebut.

“Garis kejut rencananya ada di lima titik saja yang memang kita anggap sangat berbahaya, menimbulkan kecelakaan. Sudah koordinasi juga dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkot Cilegon Salurkan Modal Tanpa Bunga ke 44 UMKM Awal 2026

Selain pemasangan garis kejut, Dishub juga berencana melakukan penataan sejumlah U-Turn atau titik putar balik kendaraan. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk mengurangi potensi konflik lalu lintas di jalur JLS.

Tak hanya itu, pepohonan yang dinilai mengganggu jarak pandang pengendara juga akan dipangkas.

“Yang pasti di lima titik U-Turn saja. Iya, kanan kiri jalan JLS Cilegon,” ungkapnya.

Namun, rencana tersebut hingga kini belum memiliki alokasi anggaran khusus. Dishub Cilegon masih mencari skema pembiayaan agar langkah keselamatan tersebut dapat direalisasikan tahun ini.

“Walaupun belum masuk anggaran, tapi kita akan upayakan. Nanti arahan pimpinan seperti apa. Apakah dari CSR atau apa,” kata Faturohman.

Sambil menunggu realisasi pemasangan fasilitas keselamatan, Dishub Cilegon juga mengintensifkan sosialisasi kepada para pengemudi agar lebih berhati-hati saat melintasi JLS.

JLS selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik di Kota Cilegon. Namun, di tengah tingginya aktivitas kendaraan, jalur tersebut juga menjadi lokasi sejumlah kecelakaan, termasuk kecelakaan yang melibatkan pengendara roda dua hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca juga:  Bang Andra Genjot Akses Desa, Andra Soni: Infrastruktur Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi dan Produktivitas Pertanian

Rencana pemasangan lima garis kejut, penataan U-Turn, serta pemangkasan pohon diharapkan tidak sekadar menjadi respons setelah kecelakaan terjadi, tetapi menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko korban di JLS Cilegon.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!