SERANG, RUBRIKBANTEN – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhamad Najib Hamas meminta pelajar menjadi garda terdepan dalam memerangi penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial.
Menurut Najib, derasnya arus informasi di media sosial membuat pelajar harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat. Setiap informasi yang diterima, kata dia, tidak boleh langsung dipercaya apalagi disebarluaskan tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.
“Setiap informasi yang diterima harus disaring terlebih dahulu, jangan langsung dipercaya dan disebarkan. Pelajar harus mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks,” kata Najib Hamas saat membuka Digital Journalism Bootcamp (DJB) Volume 6 di SMKN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang digelar Lembaga Media Massa Banten Raya (Baraya) itu diikuti sekitar 50 pelajar SMKN 1 Kramatwatu. Peserta merupakan perwakilan dari setiap kelas, terutama siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler jurnalistik.
Najib mengapresiasi pelaksanaan DJB karena dinilai menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik sekaligus memperkuat literasi digital.
Ia menilai pemahaman jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis berita, tetapi juga membentuk sikap kritis dalam menerima dan mengolah informasi.
Kemampuan tersebut, lanjutnya, dapat menjadi salah satu senjata untuk menghadapi masifnya penyebaran hoaks di media sosial.
“Kalau pelajar memiliki kemampuan menulis yang baik, edukatif, dan informatif, itu bisa menjadi senjata untuk melawan hoaks. Pelajar juga dapat ikut menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.
Pembukaan DJB Volume 6 turut dihadiri Pengawas Satuan Pendidikan SMKN dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Dr. H. Haryanto, Kepala SMKN 1 Kramatwatu Hikmatullah, serta Ketua Litbang Banten Raya Ahmad Marjuki.
Ketua Penelitian dan Pengembangan Banten Raya Ahmad Marjuki mengatakan DJB tidak sekadar memberikan pengetahuan mengenai jurnalistik. Program tersebut juga diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan mampu menghasilkan informasi yang akurat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin pelajar memahami jurnalistik sekaligus mampu menggunakan media sosial secara bijak. Bukan menyebarkan hoaks, tetapi justru menghasilkan informasi yang akurat dan edukatif,” kata Marjuki.
Dalam DJB Volume 6, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengenai penulisan jurnalistik, fotografi, dan videografi.
Marjuki menyebut program DJB ditargetkan dapat menjangkau sekitar 20 sekolah di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Setelah menyasar sekolah, Baraya juga berencana mengembangkan program tersebut melalui DJB Goes to Campus.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kramatwatu Hikmatullah menyambut baik pelaksanaan DJB di sekolahnya. Ia mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program sekolah yang memberikan pendalaman ilmu jurnalistik kepada para siswa.
“Kegiatan ini sangat sejalan dengan program sekolah, khususnya dalam memberikan pendalaman ilmu jurnalistik. Kami berharap para siswa dapat semakin kompeten dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik,” ujarnya.















