Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Andra Soni Gandeng SMK Mitra Industri MM2100, Banten Siapkan Sekolah Vokasi Berbasis Kebutuhan Industri

98
×

Andra Soni Gandeng SMK Mitra Industri MM2100, Banten Siapkan Sekolah Vokasi Berbasis Kebutuhan Industri

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Andra Soni mulai merealisasikan pendidikan vokasi berbasis industri di Provinsi Banten dengan menggandeng Yayasan SMK Mitra Industri MM2100. Dua kawasan industri di Kabupaten Serang dan Kota Serang disiapkan menjadi proyek percontohan guna mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan mampu menekan angka pengangguran terbuka.

Pemerintah Provinsi Banten bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 tengah menggagas sistem pendidikan vokasi yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Program itu akan dimulai melalui pilot project di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang dan Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang.

Banner

Saat ini, yayasan tersebut tengah melakukan tahapan feasibility study (FS) di dua lokasi itu. Kajian dilakukan berdasarkan kondisi geografis, jumlah usia sekolah, pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga kebutuhan tenaga kerja industri di kawasan sekitar.

Gubernur Andra Soni menegaskan, pendidikan vokasi berbasis link and match menjadi langkah strategis dalam menciptakan SDM unggul dan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” ujar Andra Soni saat menerima pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis (14/5/2026).

Baca juga:  Jaga Dana Rp610 Triliun, Jaksa Agung dan Mendes PDT Kunci Kolaborasi Bangun Desa

Menurutnya, pola pendidikan vokasi yang telah diterapkan yayasan tersebut di berbagai daerah diyakini mampu diterapkan di Banten. Terlebih, Provinsi Banten memiliki posisi geografis strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera serta berada dekat dengan ibu kota negara.

Andra menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Banten, mulai dari skala kecil hingga besar. Karena itu, pendidikan vokasi dinilai harus mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja industri secara nyata.

“Kita ingin lulusan SMK terserap menjadi tenaga kerja yang andal dan profesional,” katanya.

Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto, mengatakan keunggulan utama pendidikan di lembaganya terletak pada pembentukan karakter dan budaya industri sejak dini.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil kajian sementara menunjukkan bahwa SMK di sekitar kawasan industri saat ini belum sepenuhnya mendukung kebutuhan dunia industri. Mayoritas sekolah masih membuka jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), sementara kebutuhan industri justru lebih banyak pada sektor manufaktur dan pekerjaan logam.

Baca juga:  Ingat Ibu Sebelum Bertindak, Gubernur Andra Soni Sentuh Hati Ratusan Peserta Kemah Kebangsaan di Pandeglang

Menurutnya, jurusan yang lebih relevan untuk dikembangkan di kawasan industri tersebut antara lain manajemen logistik, teknik pengelasan, mekatronika, dan teknik pemesinan.

Darwoto juga menjelaskan terdapat dua skema kerja sama yang dapat dilakukan bersama Pemprov Banten, yakni partnership dan kolaborasi sesuai Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014.

“Kalau partnership, bangunan dan izinnya milik sekolah, sedangkan operasional guru dan kepala sekolah dari kami. Kalau kolaborasi, yayasan dan timnya bersama-sama dengan kerja sama kurikulum dan supervisi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaludin, menyebut program tersebut menjadi solusi terhadap sejumlah persoalan pendidikan di Banten, mulai dari tingginya angka putus sekolah hingga banyaknya lulusan SMK yang belum terserap dunia kerja.

Menurutnya, penyesuaian jurusan dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting agar lulusan SMK benar-benar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” katanya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!