Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Warga Salira Geruduk Tambang PT Yamika, Sungai Ditutup hingga Makam Terancam

19
×

Warga Salira Geruduk Tambang PT Yamika, Sungai Ditutup hingga Makam Terancam

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Sejumlah warga Kampung Salira, Desa Salira, Kabupaten Serang, mendatangi lokasi tambang PT Yamika, Minggu (25/8/2026). Kedatangan warga dipicu keresahan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi mengganggu lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

Warga menyoroti aliran sungai di sekitar lokasi yang disebut telah tertutup akibat aktivitas tambang. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu banjir saat musim hujan.

Banner

Tak hanya itu, warga juga mengkhawatirkan keberadaan makam warga yang lokasinya tidak jauh dari area tambang. Aktivitas alat berat, bongkar muat batu, serta kendaraan pengangkut dinilai berpotensi menyebabkan tanah di sekitar pemakaman terkikis.

Warga mengaku sebelumnya telah menyampaikan keluhan kepada pihak desa. Namun, karena merasa tidak mendapatkan respons yang memadai, mereka memilih mendatangi langsung lokasi tambang. Kedatangan warga tersebut turut didampingi personel Polsek setempat.

Namun, situasi di lokasi justru memanas setelah pihak PT Yamika disebut melakukan penolakan terhadap kedatangan warga. Pihak perusahaan bahkan menilai aksi tersebut sebagai upaya mencari masalah.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, aktivitas PT Yamika juga dinilai telah mengingkari kesepakatan sebelumnya untuk tidak melakukan kegiatan di wilayah tersebut.

Baca juga:  Tebar Literasi di Bendung Lama: Pemuda Pamarayan Bangun Taman Baca untuk Ubah Wajah Desa

“Kami bukan melarang tambang sepenuhnya. Tapi jangan di lingkungan kami. Masih banyak lokasi lain yang bisa dijadikan tempat penambangan,” ujar warga tersebut.

Menurutnya, penutupan aliran sungai menjadi persoalan serius karena dapat berdampak langsung terhadap permukiman warga ketika curah hujan tinggi. Sementara keberadaan makam yang berdekatan dengan lokasi tambang juga dikhawatirkan terdampak aktivitas alat berat dan lalu lintas kendaraan pengangkut material.

Warga berharap pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Serang, hingga Pemerintah Provinsi Banten turun tangan untuk mengevaluasi aktivitas pertambangan tersebut.

Mereka meminta aktivitas tambang di wilayah yang berdekatan dengan lingkungan warga dihentikan demi mencegah potensi kerusakan lingkungan serta menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Warga juga meminta pemerintah memastikan setiap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!