CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Kesehatan resmi mengoperasionalkan layanan Puskesmas 24 jam dan persalinan 24 jam sebagai bentuk realisasi janji kampanye Wali Kota Cilegon, Robinsar.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Robinsar di Puskesmas Jombang dan Puskesmas Pembantu Purwakarta. Program ini menjadi langkah konkret peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jombang dan Purwakarta.
“Hari ini kita meresmikan dan mengimplementasikan program kami, yakni Puskesmas 24 jam dan pelayanan persalinan 24 jam sesuai janji kampanye. Jadi puskesmas yang sudah kita lengkapi dan operasionalkan, hari ini resmi berjalan,” ujar Robinsar kepada awak media di Puskesmas Jombang, Kamis (26/2/206)
Dengan dioperasikannya layanan tersebut, masyarakat kini bisa mendapatkan pelayanan IGD dan persalinan kapan saja, tanpa harus menunggu jam operasional terbatas seperti sebelumnya.
600 Ribu Kunjungan, Layanan Dioptimalkan
Robinsar mengungkapkan, tingginya angka kunjungan masyarakat ke puskesmas menjadi alasan utama optimalisasi layanan 24 jam.
“Ada sekitar 600 ribu kunjungan pasien di puskesmas. Maka dari pagi sampai malam harus benar-benar kita optimalkan agar masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan secara maksimal,” tegasnya.
Secara fasilitas, ruang persalinan telah dilengkapi dengan tempat tidur, ruang bersalin, hingga ruang nifas terpisah untuk ibu dan bayi. Saat ini, dari sembilan puskesmas dengan IGD persalinan, tujuh di antaranya sudah melayani persalinan 24 jam.
Gratis untuk Peserta BPJS
Robinsar memastikan pelayanan persalinan ini gratis bagi masyarakat yang menggunakan BPJS Kesehatan.
“Insya Allah gratis semua bagi yang menggunakan BPJS,” katanya.
Meski masih terdapat kebutuhan tambahan tenaga medis, Pemkot Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pelayanan secara bertahap.
Sebelumnya, layanan 24 jam masih terbatas dengan sistem penjagaan minimal. Kini, seluruh sistem pelayanan ditingkatkan agar benar-benar siap melayani masyarakat selama 24 jam penuh.
Dengan langkah ini, Pemkot Cilegon berharap peningkatan layanan kesehatan bisa menjawab kebutuhan warga sekaligus memperkuat sistem pelayanan publik di Kota Cilegon.















