CILEGON, RUBRIKBANTEN – Euforia malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon yang berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga menyisakan persoalan klasik: tumpukan sampah di sejumlah titik, terutama di sekitar kawasan Alun-alun dan jalan protokol.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon langsung bergerak cepat melakukan pembersihan sejak pagi hari usai kegiatan. Kepala DLH Sabri Mahyudin menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel dan armada untuk menangani sampah yang berserakan.
“Sejak pagi kami sudah turunkan tim, sekitar tiga armada termasuk truk untuk keliling mengangkut sampah, khususnya di luar kawasan alun-alun,” ujar Sabri.
Ia menjelaskan, kewenangan DLH lebih difokuskan pada area luar alun-alun, sementara bagian dalam menjadi tanggung jawab pengelola. Meski begitu, pihaknya tetap aktif memberikan imbauan kepada masyarakat selama rangkaian acara berlangsung.
Sabri juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam membuang sampah pada tempatnya. Padahal, menurutnya, kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Alun-alun dan fasilitas publik lainnya harus dijaga bersama agar tetap bersih dan nyaman,” tegasnya.
Selain itu, DLH juga mendorong panitia kegiatan untuk menyediakan lebih banyak tempat sampah saat acara besar, guna mengantisipasi lonjakan volume sampah.
Hingga saat ini, belum ada data pasti terkait total volume sampah yang dihasilkan selama perayaan HUT ke-27. Namun, DLH memastikan proses pembersihan terus dilakukan secara intensif hingga kondisi kembali normal.
Perayaan boleh usai, namun pekerjaan rumah menjaga kebersihan kota tetap menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga Cilegon.















