CILEGON, RUBRIKBANTEN — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cilegon mulai memanas dengan munculnya tiga nama dalam bursa calon Ketua DPC. Dari tiga kandidat tersebut, dua berasal dari internal partai yakni Ari Muhammad dan Sekretaris PKB Cilegon, sementara satu kandidat eksternal adalah Isro Miraj, mantan Ketua DPRD Cilegon yang juga pernah menjadi petinggi Partai Golkar Kota Cilegon.
Pengamat politik Syaeful Bahri menilai, munculnya lebih dari satu kandidat dalam Muscab menjadi sinyal positif bagi demokratisasi internal partai.
“Ini bagus, artinya ada proses demokratisasi di PKB. Bahkan dengan adanya kandidat eksternal, menunjukkan PKB juga mulai diminati dari luar,” ujar Syaeful, yang juga merupakan mantan penyelenggara pemilu selama 15 tahun.
Menurutnya, Muscab harus dijadikan momentum penting untuk memperbaiki performa elektoral PKB di Cilegon. Ia menyoroti perolehan kursi PKB di DPRD yang dinilai stagnan.
“Indikator keberhasilan partai itu jelas, yakni peningkatan suara dan kursi. Kalau selama ini masih stagnan di satu kursi, berarti harus ada evaluasi dan target ke depan,” katanya.
Syaeful bahkan menyarankan agar kepemimpinan ke depan memiliki target yang terukur. Ia menilai, partai perlu menerapkan manajemen modern dengan indikator yang jelas, termasuk kemungkinan kontrak politik bagi ketua terpilih.
“Kalau perlu ada target, misalnya penambahan kursi di Pemilu 2029. Kalau tidak tercapai, harus siap mundur. Ini akan membuat partai lebih produktif dan terukur,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya strategi untuk menarik pemilih muda, mengingat dominasi generasi milenial dan Gen Z dalam pemilu ke depan.
“Ke depan, pemilih milenial dan Gen Z bisa mencapai 70 persen lebih. Partai yang tidak mampu mengakomodasi mereka akan ditinggalkan,” ujarnya.
Terkait peluang kandidat, Syaeful menilai semua memiliki kesempatan yang sama, baik dari internal maupun eksternal. Namun, faktor komunikasi politik dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjadi kunci utama.
“Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Siapapun bisa terpilih, tergantung seberapa kuat komunikasi politik yang dibangun dengan DPP,” pungkasnya.
Diketahui, keputusan akhir penetapan Ketua DPC PKB Cilegon akan ditentukan oleh DPP PKB setelah melalui berbagai pertimbangan strategis, termasuk masa depan partai di daerah.















