CILEGON, RUBRIKBANTEN — Tiga bakal calon (bacalon) Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cilegon kini dihadapkan pada tantangan besar: merebut hati pemilih generasi milenial dan Gen Z yang diprediksi akan mendominasi Pemilu 2029.
Adapun tiga nama yang masuk dalam bursa calon yakni Ari Muhammad dan Sekretaris PKB Cilegon dari internal partai, serta Isro Miraj dari eksternal yang merupakan mantan Ketua DPRD Cilegon dan eks petinggi Partai Golkar.
Pengamat politik Syaeful Bahri menegaskan, Musyawarah Cabang (Muscab) PKB harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan transformasi, khususnya dalam menyasar pemilih muda.
“Komposisi pemilih ke depan itu didominasi milenial dan Gen Z, bahkan bisa lebih dari 70 persen. Ini yang harus dibaca oleh para kandidat dan juga oleh DPP dalam menentukan pilihan,” ujar Syaeful.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar memenangkan kontestasi internal, melainkan bagaimana ketua terpilih mampu meningkatkan elektabilitas partai di tengah perubahan karakter pemilih.
“Selama ini kita lihat perolehan kursi PKB di Cilegon masih stagnan. Artinya perlu ada strategi baru yang lebih adaptif, terutama dalam mendekati generasi muda,” katanya.
Syaeful menjelaskan, generasi milenial dan Gen Z memiliki karakter yang berbeda dibanding pemilih sebelumnya. Mereka lebih kritis, rasional, serta cenderung aktif di ruang digital dan sensitif terhadap isu-isu nyata seperti ekonomi, lapangan kerja, dan transparansi.
“Partai tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Harus masuk ke ruang digital, membangun komunikasi yang relevan, dan menawarkan program yang konkret bagi anak muda,” jelasnya.
Ia juga menilai, kehadiran kandidat eksternal dalam bursa calon menunjukkan adanya daya tarik PKB di luar internal partai. Namun, hal itu tetap harus dibarengi dengan kemampuan membaca kebutuhan pemilih muda.
“Baik internal maupun eksternal punya peluang yang sama. Tapi kuncinya ada pada sejauh mana mereka mampu meyakinkan bahwa PKB bisa menjadi pilihan bagi milenial dan Gen Z,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sehingga komunikasi politik menjadi faktor penentu.
“Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Tapi DPP tentu akan melihat siapa yang paling mampu membawa partai ini berkembang, terutama dalam meningkatkan suara dari kalangan pemilih muda,” pungkasnya.
Dengan sisa waktu menuju Pemilu 2029, Muscab PKB Cilegon dinilai menjadi titik krusial dalam menentukan arah partai, sekaligus menguji kapasitas tiga bacalon dalam menaklukkan dominasi generasi milenial dan Gen Z.















