Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Puluhan Tahun Gelap, Pulo Tunda Akhirnya Terang 24 Jam

135
×

Puluhan Tahun Gelap, Pulo Tunda Akhirnya Terang 24 Jam

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Kabar gembira akhirnya datang bagi warga Desa Wargasara, Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Setelah puluhan tahun hanya menikmati listrik selama 6 hingga 12 jam per hari, sekitar 300 rumah di pulau terpencil itu dipastikan segera menikmati aliran listrik penuh selama 24 jam.

Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan PT Metta Energi Sejahtera, yang dilakukan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Pendopo Bupati Serang, Jumat (23/1/2026).

Kesepakatan ini mencakup percepatan pengadaan dan penyediaan energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mandiri di Desa Wargasara Pulo Tunda. Proyek tersebut meliputi pemasangan 14 unit mono solar panel, penyediaan baterai lithium, pembangunan ruang distribusi daya, serta fasilitas pendukung lainnya.

Desa Wargasara Pulo Tunda yang berjarak lebih dari 2,5 jam perjalanan laut dari daratan utama Kabupaten Serang, selama ini hidup dengan keterbatasan akses listrik. Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Baca juga:  BPRS CM Bidik Dana Pihak Ketiga Tembus Rp136 Miliar di 2025

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, yang akrab disapa Ratu Zakiyah, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Serang menjadi daerah percontohan (pilot project) dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam pemanfaatan PLTS sebagai solusi energi berkelanjutan.

“Alhamdulillah, ini patut kita syukuri bersama. Kerja sama ini sangat bermanfaat, khususnya bagi warga Pulo Tunda yang selama bertahun-tahun hanya menikmati listrik terbatas,” ujar Ratu Zakiyah.

Ia berharap, kehadiran listrik 24 jam dapat mendorong peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat. Menurutnya, penyediaan akses listrik merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan dasar yang adil dan merata.

Selain proyek PLTS, PT Metta Group juga akan memberikan fasilitas cold storage untuk penyimpanan ikan. Langkah ini dinilai krusial mengingat mayoritas warga Pulo Tunda berprofesi sebagai nelayan. “Cold storage ini sangat penting untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor perikanan,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Nugroho Setijo Negoro, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk kolaborasi pelayanan publik dengan melibatkan sektor swasta. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan hibah, melainkan investasi antara PT Metta Group dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca juga:  Guncang Cilegon dengan Semangat Kartini: Krakatau Baja Industri Tanamkan Mimpi Besar ke Generasi Muda

“Model ini membuka ruang partisipasi masyarakat dan menuntut tanggung jawab bersama agar keberlanjutan proyek dapat terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, CEO PT Aurora Power Indonesia (Metta Group), Katamsi Ginanom, menuturkan bahwa keterlibatan perusahaannya didorong oleh komitmen membangun desa dan wilayah kepulauan. “Ini bukan semata soal bisnis. Ini soal keyakinan dan pengabdian sebagai anak bangsa,” tegasnya.

Katamsi menambahkan, akses terhadap modal dan infrastruktur dasar menjadi kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di wilayah terpencil seperti Pulo Tunda.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *