CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kondisi Ruang Terbuka Publik (RTP) atau taman bermain di Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, yang mengalami kerusakan dan minim perawatan akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kota Cilegon. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak di lokasi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kota Cilegon, Edhi Hendarto, mengatakan pihaknya telah melakukan survei lapangan dan menyiapkan anggaran guna mengembalikan fungsi taman bermain agar kembali aman dan nyaman digunakan masyarakat.
“Sudah kami survei dan sudah dialokasikan anggaran untuk perbaikan,” ujar Edhi, (7/6/2026).
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan struktur utama bangunan masih dalam kondisi aman. Kerusakan yang terjadi hanya berada pada bagian nonstruktur sehingga tidak memengaruhi kekuatan konstruksi utama.
“RTP Ketileng berdiri di atas tanah urug. Untuk struktur, konstruksi baja masih kokoh dan tidak ada pergeseran. Yang mengalami perubahan adalah bagian tembok dan lantai di sekitar toilet. Bagian yang membahayakan masyarakat rencananya akan kami bongkar,” katanya.
Menurut Edhi, anggaran sekitar Rp100 juta tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada Juni hingga Juli 2026 agar taman dapat kembali dimanfaatkan oleh warga.
“Anggarannya sekitar Rp100 juta. Mudah-mudahan pekerjaan bisa dilakukan pada Juni atau Juli sehingga fasilitas ini dapat kembali dimanfaatkan warga,” ujarnya.
Meski demikian, Edhi mengakui pihaknya masih menghadapi kendala dalam pemeliharaan fasilitas publik tersebut karena keterbatasan sumber daya manusia. Hingga kini, belum ada petugas khusus yang ditempatkan untuk menjaga dan merawat RTP Ketileng.
“Kendala kami belum memiliki petugas khusus yang ditempatkan di sana. Moratorium tenaga sudah ditutup, sehingga kami mengandalkan personel yang ada. Untuk lampu dan fasilitas lainnya akan kami benahi secara bertahap,” jelasnya.
Sebelumnya, kondisi RTP Ketileng menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Mulai dari plafon kamar mandi yang jebol, tembok retak dan dipenuhi vandalisme, keramik rusak, hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi.
Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengunjung, terutama anak-anak yang kerap memanfaatkan taman sebagai ruang bermain dan rekreasi. Warga pun berharap perbaikan segera dilakukan agar fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah itu kembali layak, aman, dan nyaman digunakan.















