CILEGON, RUBRIKBANTEN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samangraya yang berada di bawah naungan Yayasan Karomah Nurul Hidayah dilaporkan masih tetap beroperasi seperti biasa, meski muncul dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG tersebut diketahui terus mendistribusikan makanan ke ribuan siswa di sejumlah sekolah penerima manfaat, di antaranya SMP PGRI 2 Citangkil, Al Mumtaz, dan SD Citangkil. Aktivitas ini tetap berjalan meskipun terdapat rekomendasi atau arahan dari pemerintah daerah yang dinilai belum sepenuhnya diindahkan.
Sebelumnya, belasan siswa SMP PGRI 2 Citangkil dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Dugaan sementara mengarah pada salah satu lauk, yakni telur, yang disajikan dalam paket makanan tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua Satgas MBG Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan bahwa kewenangan terkait operasional SPPG berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk keputusan untuk melakukan penghentian sementara.
“Namun harapan kami, jika ada kasus seperti ini, operasional SPPG tersebut sebaiknya dihentikan sementara,” tegasnya saat dikonfirmasi kemarin melalui sambungan telphon, Kamis (23/42026)
Kasus ini pun menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat program MBG menyasar anak-anak sekolah yang seharusnya mendapatkan asupan gizi aman dan berkualitas. Evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan kualitas makanan dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.















