Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten SerangKementerianKesehatanNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

RSDP Serang Klarifikasi Keluhan IGD, 7 Pasien Campak Sempat Menumpuk di Ruang Isolasi

50
×

RSDP Serang Klarifikasi Keluhan IGD, 7 Pasien Campak Sempat Menumpuk di Ruang Isolasi

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) angkat bicara terkait keluhan orangtua pasien anak atas nama Chika Maulina Sari (10), yang sempat mengeluhkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) melalui media online.

Orangtua pasien, warga Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP 2), Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, mengaku kecewa lantaran anaknya yang didiagnosis menderita morbili (campak) belum mendapatkan kamar perawatan meski telah dirawat di IGD sejak Kamis, 19 Februari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSDP Serang, dr. Ria Permata, MARS, memberikan klarifikasi resmi pada Minggu, 22 Februari 2026.

Menurut dr. Ria, pasien masuk melalui IGD pada 19 Februari 2026 dengan diagnosis morbili yang mengharuskan perawatan di ruang isolasi.

“Hingga pagi hari, ruang isolasi masih dalam kondisi penuh. Tercatat ada tujuh pasien morbili berada di IGD dan belum mendapatkan tempat karena ruang isolasi terisi penuh,” ujar dr. Ria dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena lonjakan pasien dengan penyakit menular yang membutuhkan penanganan khusus dan ruang isolasi terbatas.

Baca juga:  Anggaran 2025 Dimulai, Bupati Tatu Fokus Belanja Modal untuk Masyarakat Kabupaten Serang

Namun demikian, sekitar pukul 11.15 WIB, ruang isolasi mulai tersedia setelah dilakukan penyesuaian dan pemindahan pasien sesuai prosedur medis.

“Saat ini lima pasien anak telah dipindahkan ke ruang perawatan sesuai kebutuhan medisnya. Rumah sakit terus berupaya agar seluruh pasien segera ditempatkan di ruang isolasi begitu ruangan tersedia,” tegasnya.

Komitmen Utamakan Keselamatan

RSDP Serang menegaskan bahwa keselamatan pasien menjadi prioritas utama, termasuk mencegah risiko penularan penyakit kepada pasien lain di IGD.

Lonjakan kasus campak yang membutuhkan ruang isolasi, kata dr. Ria, menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen rumah sakit, terutama ketika kapasitas ruang khusus dalam kondisi penuh.

Selain memberikan klarifikasi, pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan imunisasi campak.

“Penyakit campak dapat dicegah melalui vaksinasi. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi demi mencegah penularan dan komplikasi serius,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah keluhan orangtua pasien viral di media online, namun pihak RSDP memastikan seluruh prosedur medis tetap dijalankan sesuai standar pelayanan dan protokol keselamatan pasien.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *