Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten LebakKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialWisata

PWI Gelar Kemah Budaya Baduy, Jaro Kanekes Tekankan Hormat Adat

280
×

PWI Gelar Kemah Budaya Baduy, Jaro Kanekes Tekankan Hormat Adat

Sebarkan artikel ini

LEBAK, RUBRIKBANTEN – Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Oom, menyambut hangat kedatangan rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama PWI dari berbagai daerah dalam kegiatan Kemah Budaya Baduy yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (16–17 Januari 2026).

Kegiatan ini menjadi ajang perjumpaan antara insan pers dan masyarakat adat Baduy dalam semangat saling mengenal, belajar, dan menghormati kearifan lokal. Prosesi penyambutan berlangsung di wilayah Baduy Luar dengan suasana sederhana, namun penuh makna adat.

Banner

Jaro Oom menyampaikan bahwa kehadiran para wartawan merupakan kehormatan bagi masyarakat Kanekes sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan adat dan budaya Baduy kepada publik secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kami menyambut baik kedatangan para wartawan. Semoga kegiatan ini mempererat silaturahmi dan menumbuhkan saling pengertian, terutama dalam menjaga adat dan budaya Baduy yang diwariskan leluhur,” ujar Jaro Oom.

Ia menegaskan, masyarakat Baduy memegang teguh prinsip keseimbangan alam dan adat istiadat. Karena itu, seluruh peserta diminta mematuhi aturan adat selama berada di wilayah Baduy, seperti menjaga perilaku, tidak merusak alam, serta membatasi penggunaan alat elektronik.

Baca juga:  Raker DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon 2026–2029: Wujudkan Masjid sebagai Pusat Ibadah, Ilmu, dan Peradaban

“Aturan ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk menjaga kelestarian alam dan adat. Jika adat dijaga, kehidupan akan tetap seimbang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, mengapresiasi sambutan masyarakat Kanekes. Menurutnya, Kemah Budaya Baduy bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi bagi insan pers untuk memahami nilai kearifan lokal di tengah tantangan era digital.

“Kemah Budaya Baduy menjadi pengingat bahwa pers tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga berakar pada nilai budaya, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap alam,” ujar pria yang akrab disapa Ajat.

Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda budaya, mulai dari dialog adat, pengenalan sejarah masyarakat Baduy, hingga merasakan langsung kehidupan sederhana bersama warga sesuai dengan aturan dan nilai adat yang berlaku.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!