Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Produktivitas Padi Tembus 12,88 Ton per Hektare, Andra Soni: Jangan Sampai Petani Cuma Jadi Angka

11
×

Produktivitas Padi Tembus 12,88 Ton per Hektare, Andra Soni: Jangan Sampai Petani Cuma Jadi Angka

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan peningkatan produktivitas pertanian harus berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan para petani. Ia tidak ingin keberhasilan program modernisasi pertanian hanya terlihat dari angka produksi, tetapi tidak dirasakan langsung oleh petani.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri panen padi menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).

Banner

Dalam kegiatan tersebut, penerapan metode PM-AAS menunjukkan potensi produktivitas padi mencapai 12,88 ton per hektare. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas normal yang berada di kisaran 6 ton per hektare.

Andra Soni mengatakan modernisasi pertanian perlu terus diperluas ke berbagai sentra pertanian di Banten. Menurutnya, penerapan teknologi dapat membantu meningkatkan hasil produksi sekaligus pendapatan petani.

“Dengan menggunakan metode ini, para petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp49 juta per musim tanam dari setiap hektarenya. Artinya, kalau petani kita mempunyai lahan satu hektare saja, dengan pendapatan sebesar itu cukup sejahtera,” ujar Andra.

Meski demikian, Andra mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti pada laporan statistik. Pemerintah harus memastikan peningkatan produktivitas benar-benar dirasakan oleh petani di lapangan.

Baca juga:  Masjid Terapung Banten Bangkit Lagi! Pemkab Serang dan Yayasan Al Bahru Teken MoU, Target Jadi Ikon Wisata Religi Rp100 Miliar

Ia bahkan meminta langsung kepada para kelompok tani yang hadir untuk memastikan kebenaran angka peningkatan hasil produksi tersebut.

“Bapak-bapak benar enggak angka-angka kenaikan itu?” tanya Andra kepada para perwakilan kelompok tani.

Para petani dari tujuh kelompok tani yang hadir kemudian membenarkan capaian tersebut.

Andra pun menyatakan akan melakukan pengecekan langsung bersama Wali Kota Serang dan Kapolres Serang Kota untuk memastikan kondisi serta manfaat yang diterima petani.

“Nanti saya bersama Wali Kota dan Kapolres Serang Kota akan mengecek langsung ke petaninya,” katanya.

Petani Diminta Kuasai Teknologi

Andra juga menekankan pentingnya pendampingan kepada petani dalam penggunaan berbagai teknologi pertanian. Menurutnya, bantuan alat pertanian akan menjadi kurang optimal apabila petani tidak dibekali kemampuan mengoperasikannya.

Karena itu, para pendamping pertanian diminta terus memberikan pelatihan hingga petani benar-benar mahir dan memiliki sertifikasi.

“Saya minta para pendamping terus mengajarkan pengoperasian sejumlah peralatan itu kepada para petani kita sampai mahir dan bersertifikat,” tegasnya.

Ia berharap kemampuan tersebut dapat membuat berbagai bantuan peralatan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga:  Pemprov Banten Usul Pecah DPUPR dan Rampingkan Struktur OPD ke Kemendagri

PM-AAS Diterapkan di 100 Hektare

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten, Andry Polos, mengatakan penerapan PM-AAS dilakukan pada lahan seluas 100 hektare yang tersebar di tiga titik, yakni Kelurahan Margaluyu, Kilasah dan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen.

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Serang Suhandi menjelaskan capaian produktivitas tersebut diperoleh berdasarkan hasil Survei Ubinan Tanaman Pangan.

Petugas melakukan pengukuran pada petak sampel berukuran 2,5 x 2,5 meter. Dari sampel yang diukur, diperoleh berat padi mencapai 8,05 kilogram.

“Angka itu jika dikonversi ke dalam produktivitas sawah, dalam satu hektare dengan menggunakan metode PM-AAS bisa menghasilkan 12,88 ton,” jelas Suhandi.

Andra Soni menilai penerapan teknologi pertanian modern menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Banten, kata dia, juga berkomitmen mempertahankan luas Lahan Baku Sawah (LBS) serta mengoptimalkan jaringan irigasi sebagai penunjang produktivitas pertanian.

“Saya optimis dengan penerapan teknologi ini, Provinsi Banten akan semakin kuat sebagai daerah penyangga pangan nasional, bahkan berkontribusi menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!