CILEGON, RUBRIKBANTEN — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon memperkuat pembinaan internal kader melalui Sosialisasi Kode Etik dan Kurikulum Pembinaan Anggota Partai yang digelar di Graha Sucofindo, Kota Cilegon, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Etik Daerah (DED) PKS Kota Cilegon tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas, moral, dan tanggung jawab kader dalam menjalankan amanah organisasi maupun ketika berkiprah di tengah masyarakat.
Sosialisasi ini juga diarahkan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Para kader diberikan pemahaman bahwa pencegahan penyimpangan tidak cukup hanya melalui aturan dan pengawasan, tetapi harus dimulai dari pembentukan karakter serta kesadaran moral.
Materi disampaikan oleh perwakilan Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Banten, Widji Susanto. Pembahasan meliputi kode etik anggota serta kurikulum pembinaan yang menjadi landasan dalam membentuk kader berintegritas, bertanggung jawab, dan teguh memegang prinsip.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Daerah (MPD) PKS Kota Cilegon dr. Hj. Shinta Wishnu Wardhani, Ketua DED PKS Kota Cilegon H. Waisul Qurni, Lc., Ketua DPD PKS Kota Cilegon H. Fery Budiman, SKM., S.Kep., MARS., serta kader PKS se-Kota Cilegon.
Dalam pembinaan tersebut, adab menjadi salah satu nilai utama yang ditekankan. Kader diharapkan mampu menjaga akhlak dalam berinteraksi, baik dengan sesama kader maupun masyarakat, sehingga aktivitas politik dan pelayanan publik tetap dijalankan secara santun dan bertanggung jawab.
Selain adab, kejujuran dan amanah juga menjadi prinsip yang harus melekat pada setiap kader. Kejujuran dinilai sebagai fondasi kepercayaan, sementara amanah menjadi pengingat agar setiap kewenangan yang diberikan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Nilai kesederhanaan turut ditekankan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Kader diharapkan mampu mengendalikan diri, tidak berlebihan dalam menggunakan fasilitas maupun kewenangan, serta tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ketua DPD PKS Kota Cilegon, H. Fery Budiman, menekankan bahwa pembinaan kader harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan menjalankan tugas organisasi harus berjalan beriringan dengan karakter yang kuat, kejujuran, kesederhanaan, dan kemampuan menjaga amanah.
PKS Kota Cilegon menegaskan komitmennya membangun budaya organisasi yang menjunjung tinggi integritas dan menolak segala bentuk penyalahgunaan amanah. Pembinaan diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kapasitas, tetapi juga karakter serta keteladanan.
Melalui sosialisasi tersebut, seluruh kader diharapkan semakin memahami batasan etika, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang harus dijaga dalam menjalankan amanah. Penguatan adab, kejujuran, amanah, kesederhanaan, dan integritas diharapkan menjadi benteng dalam mencegah praktik KKN sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.















