Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Pisau Menancap di Kepala Jahidi, Polisi Dalami Motif dan Modus Penusukan

70
×

Pisau Menancap di Kepala Jahidi, Polisi Dalami Motif dan Modus Penusukan

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kepolisian Sektor (Polsek) Merak masih mendalami kasus penusukan terhadap Jahidi, warga Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, yang terjadi di kawasan Fly Over Sukajadi, Merak, pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Merak, Toto Hermawan, mengatakan penyidikan kasus tersebut masih berjalan dan saat ini turut dibantu oleh Satreskrim Polres Cilegon.

Banner

“Masih penyidikan, dibekap sama Satreskrim Polres Cilegon,” kata Toto saat dikonfirmasi di Mapolsek Pulomerak, Rabu (7/10/2026).

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Mereka terdiri dari istri korban dan dua orang yang disebut merupakan teman kerja korban.

Namun, keterangan para saksi belum dapat mengungkap secara langsung siapa pelaku penusukan. Sebab, tidak ada saksi yang berada tepat di sekitar lokasi ketika kejadian berlangsung.

“Yang mengetahui pas kejadiannya tidak ada di sekitar. Tidak ada penunjuk-penunjuk lisan dan korban juga melihat sudah begitu,” ujarnya.

Polisi juga masih mendalami motif dan modus operandi dalam kasus tersebut. Termasuk memastikan apakah terdapat barang milik korban yang hilang saat kejadian.

Toto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ada telepon seluler maupun barang lainnya yang dilaporkan hilang.

“HP tidak ada yang hilang. Kenek atau sopir, HP tidak ada yang hilang,” katanya.

Sementara itu, informasi mengenai dugaan pelaku yang disebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) juga belum dapat dipastikan.

Toto menyebut pihaknya memang mendapatkan informasi mengenai keberadaan seseorang yang disebut ODGJ di kawasan Pak Tanggangan, arah jalan. Namun, lokasi tersebut disebut cukup jauh dari tempat kejadian perkara.

Baca juga:  RT/RW Randakari Buka Lapak Kurban 24 Jam, Dorong Ekonomi Warga

“ODGJ itu di Pak Tanggangan di arah jalan. Masih simpang siur soal ODGJ,” ujarnya.

Polisi juga belum menemukan saksi yang melihat langsung orang tersebut melakukan penusukan terhadap korban.

“Enggak ada teriak-teriak dan tidak ada saksi sama sekali,” kata Toto.

Karena itu, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang masuk dan belum menyimpulkan siapa pelaku dalam perkara tersebut.

Jahidi sendiri masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami luka serius akibat penusukan. Korban sebelumnya harus menjalani operasi untuk mengeluarkan pisau yang sempat menancap di bagian kepalanya.

Polisi berencana meminta keterangan langsung dari korban apabila kondisi kesehatannya telah memungkinkan.

“Korban dirawat di rumah sakit dan akan dimintai keterangan dalam kasus, kalau sudah boleh dokter bedah,” ujar Toto.

Keluarga Minta Kasus Diungkap Terang

Di sisi lain, keluarga korban berharap penyidikan kepolisian dapat segera mengungkap siapa pelaku dan motif penusukan terhadap Jahidi.

Istri korban, Lena, mengatakan kondisi suaminya hingga kini masih dalam tahap pemulihan dan belum sepenuhnya sadar setelah menjalani operasi.

“Masih tidur saja. Tempurung kepalanya juga belum dipasang lagi,” kata Lena.

Lena membenarkan pisau yang sempat menancap di kepala suaminya telah dikeluarkan melalui operasi dan kini diamankan polisi sebagai barang bukti.

Baca juga:  BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Nilainya Capai Rp8,5 Triliun

“Masih nancep, Om. Terus dioperasi untuk diambil pisaunya. Sekarang pisaunya di polisi,” ujarnya.

Keluarga juga mengaku masih mempertanyakan informasi yang menyebut dugaan pelaku merupakan ODGJ. Menurut Lena, pihak keluarga tidak ingin berspekulasi, tetapi berharap informasi tersebut dapat dibuktikan berdasarkan hasil penyelidikan.

“Katanya ODGJ, tapi buktinya mana? ODGJ-nya seperti apa? Kami sebagai keluarga jadi bertanya-tanya,” ungkapnya.

Sebelum kejadian, Jahidi diketahui bekerja sebagai mekanik secara freelance di sebuah bengkel di kawasan Cikuasa, Merak. Keluarga kemudian berupaya mencari informasi mengenai aktivitas korban sebelum peristiwa penusukan.

Namun, keluarga mengaku belum mendapatkan informasi yang dapat menjelaskan secara utuh kejadian tersebut.

Lena mengatakan dirinya juga telah menghubungi sejumlah orang yang disebut berkaitan dengan aktivitas korban sebelum kejadian. Namun, keterangan yang diterima belum memberikan titik terang.

“Kemarin saya sudah telepon Nuridin. Katanya tidak ada di bengkel situ. Jaiman juga katanya tidak tahu. Makanya kami bingung,” katanya.

Keluarga berharap kepolisian terus melakukan penyidikan dan tidak berhenti pada dugaan semata.

“Kami ingin pelakunya jelas. Kalau memang ODGJ, buktinya seperti apa? Kalau bukan, siapa pelakunya?” ujar Lena.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian, termasuk motif, modus operandi, serta identitas pihak yang bertanggung jawab atas penusukan terhadap Jahidi.

Sementara keluarga masih mendampingi korban yang menjalani proses pemulihan pascaoperasi.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!