Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialWisata

Pesona Ujung Kulon Mendunia, Banten Gencarkan Promosi Surga Ekowisata Warisan UNESCO

37
×

Pesona Ujung Kulon Mendunia, Banten Gencarkan Promosi Surga Ekowisata Warisan UNESCO

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat promosi sektor pariwisata dengan memperkenalkan keindahan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), destinasi ekowisata kelas dunia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Beragam destinasi eksotis seperti Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan hingga Karang Copong menjadi andalan wisata alam Banten yang menawarkan pengalaman petualangan sekaligus edukasi lingkungan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, bersama mitra pariwisata melakukan eksplorasi sejumlah destinasi unggulan di kawasan TNUK sebagai bagian dari upaya memperluas promosi wisata Banten di tingkat nasional maupun internasional.

Banner

“Banten memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tidak pernah kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi,” kata Eli Susiyanti di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Minggu (7/6/2026).

Menurut Eli, perjalanan dimulai dari Pulau Handeuleum yang menyuguhkan keindahan hutan mangrove, wisata tracking, serta kesempatan mengamati berbagai satwa liar di habitat aslinya.

“Di Pulau Handeuleum kami menikmati kawasan mangrove yang indah, melakukan tracking, serta menyaksikan berbagai satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Ujung Kulon,” ujarnya.

Baca juga:  ASDP Sulap Mudik Lebaran 2026 Jadi Ramah Anak, Hadirkan Kids Corner hingga Mudik Gratis BUMN

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Panaitan dan menginap selama satu malam untuk mengeksplorasi pesona pulau tersebut.

“Kami juga sempat melakukan surfing serta menikmati panorama sunrise dan sunset yang sangat memukau,” ungkapnya.

Selain itu, eksplorasi dilakukan ke sejumlah destinasi ikonik lainnya, seperti Pulau Peucang yang terkenal dengan pantai pasir putih dan keberadaan satwa liar, Karang Copong dengan tebing karang eksotisnya, hingga Pulau Bocaan yang masih terjaga keasriannya.

Eli berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata.

“Datanglah ke Banten dan nikmati keindahan alamnya, tetapi alam yang indah ini harus kita jaga bersama dan jangan sampai dicemari,” tegasnya.

Sementara itu, wisatawan asal Bekasi, Dinda, mengaku terkesan setelah pertama kali mengunjungi Pulau Peucang bersama kerabatnya.

“Seru dan keren banget. Saat sampai di sini ternyata pemandangannya benar-benar seindah yang saya lihat di media sosial. Banyak satwa liar yang bisa dilihat langsung di habitatnya,” ujarnya.

Baca juga:  OJK Kejar Mantan Bos Investree hingga ke Qatar, Tersangka Kasus Keuangan Diangkat Jadi CEO

Dinda mengaku pengalaman berwisata di kawasan Ujung Kulon memberikan kesan mendalam dan membuatnya ingin kembali berkunjung.

“Lokasinya ternyata bahkan lebih indah dari yang ada di media sosial. Sepertinya kami akan kembali lagi ke sini,” katanya.

Sebagai informasi, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan kawasan konservasi yang berada di ujung barat Pulau Jawa dan menjadi habitat terakhir badak jawa bercula satu di dunia. Kawasan ini memiliki kekayaan biodiversitas tinggi, hutan tropis yang masih alami, pantai eksotis, serta gugusan pulau yang menjadi magnet wisata unggulan Provinsi Banten.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!