SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Andra Soni menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Banten, Selasa (31/3/2026). Dalam pemaparannya, sejumlah indikator makro pembangunan Provinsi Banten menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan indeks pembangunan manusia hingga pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Dalam laporannya, Andra Soni menyampaikan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten pada 2025 berada di angka 77,25 atau meningkat 0,90 basis poin. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 75,90 dan menempatkan Banten dalam tujuh besar nasional kategori IPM tinggi.
“IPM itu terbentuk dari dimensi umur panjang, sehat, pengetahuan dan pengeluaran per kapita. Untuk menjaga pertumbuhan IPM dengan cakupan yang sangat luas tersebut, diperlukan sinergi dan sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Banten mencatat pertumbuhan sebesar 5,37 persen secara kumulatif sepanjang 2025. Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Adapun PDRB per kapita Banten mencapai Rp74,67 juta dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 3,96 persen.
Andra Soni menilai, capaian tersebut mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat yang ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, terutama dari konsumsi rumah tangga yang masih menjadi motor utama aktivitas ekonomi di daerah.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten pada 2025 tercatat sebesar 6,63 persen, menurun dari 7,02 persen pada Februari 2024. Penurunan ini disebut sebagai hasil dari berbagai program pemerintah, seperti penguatan pendidikan vokasi, penambahan SMK, pelatihan kerja, perluasan pasar tenaga kerja, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM.
Di sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan Banten juga menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 6,17 persen, kemudian turun menjadi 5,70 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 5,51 persen pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,47 persen.
Menurutnya, penurunan kemiskinan tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi program, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, penanganan kawasan kumuh, penyediaan rumah layak huni, hingga program bantuan sosial dan pengendalian stunting.
Selain itu, Gini Ratio Banten tercatat sebesar 0,312 yang menunjukkan tingkat ketimpangan masih dalam kategori terkendali dan lebih baik dibandingkan angka nasional tahun 2024 yang berada di 0,375.
Untuk inflasi, Banten mencatat angka 2,74 persen dan dinilai masih dalam kondisi stabil. Sementara Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai 69,12 poin, melampaui target 66,92 poin dengan capaian kinerja 103,2 persen dan masuk kategori sedang. IKLH ini mencakup kualitas udara, air, air laut, serta tutupan lahan.















