CILEGON, RUBRIKBANTEN – PT Krakatau Posco kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat melalui program Global Volunteer Week 2026. Mengusung tema “Sharing that Protect Everyone’s Everyday Life, Safety for All”, perusahaan baja terpadu tersebut mengajak generasi muda memahami pentingnya keselamatan, kesehatan, lingkungan, hingga keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung selama 4–12 Juni 2026 itu dipusatkan di SMP Negeri 4 Cilegon dan melibatkan lebih dari 500 relawan yang terdiri dari karyawan Krakatau Posco, KPSE, serta Forum Mitra Kerja (FMK).
Global Volunteer Week sendiri merupakan program sosial tahunan POSCO Group yang telah berjalan sejak 2010. Program ini melibatkan lebih dari 20 ribu karyawan POSCO Group di berbagai negara untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, para relawan memberikan edukasi melalui enam kelas yang dirancang sesuai dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Pada sesi Early Fire & Disaster Response Education, siswa diperkenalkan dengan langkah-langkah mitigasi bencana dan penanganan awal saat terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran maupun bencana alam. Materi tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan serta kemampuan respons cepat sejak usia sekolah.
Selain itu, melalui CPR Training, para siswa dibekali pemahaman dasar mengenai bantuan hidup dasar dan teknik pertolongan pertama pada kondisi henti jantung maupun situasi darurat lainnya.
Di bidang kesehatan, Krakatau Posco menghadirkan Health Talk yang mengangkat tema makanan sehat bagi anak-anak. Para siswa diajak memahami pentingnya pola makan bergizi serta gaya hidup sehat guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Menjawab tantangan era digital, Krakatau Posco juga memberikan edukasi melalui kelas Education on Creating Safe Social Media Content dan IT Security Training. Materi tersebut membahas etika bermedia sosial, pentingnya membangun jejak digital yang positif, perlindungan data pribadi, hingga kewaspadaan terhadap ancaman siber.
Tak hanya itu, para siswa juga mendapatkan edukasi lingkungan melalui Waste Separation Campaign & Education. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajarkan pentingnya pemilahan sampah serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
Puncak kegiatan Global Volunteer Week digelar pada 9 Juni 2026 dan dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Direktur Utama Krakatau, Kim Young Joong, Direktur HR&GA Krakatau Posco Iip Arief Budiman, jajaran manajemen perusahaan, pemerintah daerah, serta pihak sekolah.
Dalam sambutannya, Fajar Hadi Prabowo memberikan apresiasi terhadap konsistensi Krakatau Posco dalam menanamkan budaya keselamatan kepada masyarakat.
“Jika ada hal yang selalu saya ingat dari Krakatau Posco, itu adalah budaya keselamatannya. Dari kegiatan hari ini terlihat jelas bahwa Krakatau Posco menanamkan aspek keselamatan dalam setiap langkah, tidak hanya di lingkungan perusahaan tetapi juga kepada masyarakat. Saya sangat mengapresiasi hal ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Cilegon, Dian Sudiono, menilai program yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan para siswa saat ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam mengembangkan program Sekolah Sehat, Sekolah Adiwiyata, serta mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Selain memberikan dukungan dalam peningkatan fasilitas sekolah, program yang dijalankan Krakatau Posco sangat sesuai dengan kebutuhan siswa kami,” katanya.
Direktur Utama Krakatau Posco, Kim Young Joong, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.
“Sebagai perusahaan, kami bukan hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga ingin tumbuh bersama dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di sekitar kami,” ujarnya.
Melalui Global Volunteer Week 2026, Krakatau Posco bersama para mitra menunjukkan bahwa budaya keselamatan tidak hanya diterapkan di lingkungan industri, tetapi juga dapat ditanamkan kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan. (ADV)













