Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

ICMI Muda Banten Deklarasikan Syekh Nawawi sebagai Abah Guru Santri Nusantara, Soroti Minim Dukungan Pemprov

26
×

ICMI Muda Banten Deklarasikan Syekh Nawawi sebagai Abah Guru Santri Nusantara, Soroti Minim Dukungan Pemprov

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Provinsi Banten resmi melantik kepengurusan periode 2026-2031. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan deklarasi Syekh Nawawi Al-Bantani sebagai Abah Guru Santri Nusantara serta peluncuran buku tentang ulama besar asal Banten tersebut.

Ketua ICMI Muda Provinsi Banten, Wafa Riansah mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali pemikiran dan keteladanan Syekh Nawawi Al-Bantani kepada masyarakat luas.

Banner

“Alhamdulillah hari ini acaranya berjalan dengan baik sesuai apa yang kami harapkan. Keilmuan Syekh Nawawi ini nantinya bisa dipelajari dan diteladani oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya Banten, tetapi seluruh Nusantara dan dunia,” kata Wafa.

Menurutnya, deklarasi Syekh Nawawi sebagai Abah Guru Santri Nusantara memiliki alasan historis yang kuat. Salah satunya karena sejumlah tokoh besar pendiri organisasi Islam di Indonesia pernah berguru kepada Syekh Nawawi.

Wafa menyebut Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, merupakan bagian dari murid yang pernah menimba ilmu kepada Syekh Nawawi Al-Bantani.

“KH Hasyim Asy’ari pernah belajar kepada Syekh Nawawi Al-Bantani. KH Ahmad Dahlan juga pernah belajar kepada beliau. Hasyim Asy’ari kemudian mendirikan NU, sedangkan KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Jadi, guru dari dua tokoh besar dan organisasi terbesar di Indonesia itu adalah Syekh Nawawi Al-Bantani,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Kampus untuk Banten: Wagub Harap Inovasi Ilmuwan Perkuat Pelayanan Publik

Karena itu, Wafa menilai Syekh Nawawi tidak hanya memiliki posisi penting bagi masyarakat Banten, tetapi juga mempunyai peran besar dalam sejarah perkembangan keilmuan Islam di Indonesia.

“Ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai pemersatu,” katanya.

Tak hanya deklarasi, ICMI Muda Banten juga meluncurkan buku sebagai bentuk karya organisasi. Buku tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan pemikiran Syekh Nawawi kepada generasi muda dan masyarakat.

Wafa mengatakan, karya-karya Syekh Nawawi memiliki cakupan keilmuan yang luas. Tidak hanya membahas persoalan keagamaan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, hukum keluarga hingga politik.

“Kalau membaca buku-buku beliau itu luar biasa. Tulisan-tulisan beliau sangat menarik untuk dibaca dan dipahami, serta mudah dimengerti,” tuturnya.

Kritik Minim Dukungan Pemerintah

Di tengah upaya mengangkat kembali warisan intelektual Syekh Nawawi Al-Bantani, Wafa justru menyayangkan minimnya dukungan dari pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait kegiatan tersebut. Namun, menurutnya, respons yang diterima belum sesuai dengan harapan.

“Kami beberapa kali menghadap Gubernur Banten, Pak Andra Soni. Sambutannya kurang hangat, kurang antusias terkait acara ini, termasuk mengenai buku yang kami buat,” ujarnya.

Wafa menilai Pemprov Banten semestinya memberikan dukungan lebih besar terhadap gerakan yang bertujuan menghidupkan kembali pemikiran dan keteladanan ulama asal Banten tersebut.

Baca juga:  Rumah Nyaris Roboh, Kini Jadi Hunian Layak: Andra Soni Bedah 3 RTLH Warga Pandeglang

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak selalu harus berbentuk anggaran. Pemerintah, kata dia, juga dapat melibatkan sumber daya manusia dan para ahli yang dimiliki Pemprov Banten untuk ikut memperkuat gerakan tersebut.

“Harusnya Pemda Provinsi Banten sangat mensupport. Bukan hanya dana, tetapi orang-orang yang misalnya bisa dimandatkan. Banyak orang pintar yang ada di Pemda,” katanya.

Wafa juga menyoroti tidak adanya dukungan dari Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut. Padahal, menurutnya, upaya mengenalkan karya-karya Syekh Nawawi sangat berkaitan dengan penguatan keilmuan dan kemaslahatan umat.

“Kami sangat sayangkan juga Kemenag yang notabenenya memang untuk kemaslahatan umat. Apalagi buku beliau itu sejuk kalau dibaca. Kemenag juga tidak ikut andil dan sama sekali tidak ada support kepada kami,” ujarnya.

Melalui deklarasi tersebut, ICMI Muda Banten berharap masyarakat semakin mengenal Syekh Nawawi Al-Bantani, tidak sekadar sebagai ulama besar asal Banten, tetapi sebagai salah satu tokoh intelektual Islam yang pemikirannya memiliki pengaruh luas hingga ke dunia.

Wafa pun mengajak masyarakat Banten untuk kembali mencintai, mempelajari, dan melestarikan warisan keilmuan Syekh Nawawi Al-Bantani.

“Ajakan deklarasi ini lebih kepada bagaimana kita mencintai lagi tokoh ulama dari Banten,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!