Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Ebiet G Ade Bawa Ribuan Warga Cilegon Larut dalam Nostalgia di Cilegon Expo 2026

68
×

Ebiet G Ade Bawa Ribuan Warga Cilegon Larut dalam Nostalgia di Cilegon Expo 2026

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Malam di Alun-alun Kota Cilegon, Jumat (24 April 2026), berubah menjadi ruang nostalgia yang hangat dan penuh makna.

Ribuan orang memadati area konser dalam gelaran Cilegon Expo 2026, bukan sekadar untuk menikmati hiburan, tetapi seolah “pulang” ke kenangan lama bersama lantunan suara khas Ebiet G Ade yang tak lekang oleh waktu.

Banner

Lampu panggung menyala perlahan, disambut riuh tepuk tangan penonton yang telah lama menanti. Sosok yang akrab disapa “Ayah” itu tampil sederhana namun penuh wibawa. Begitu nada pertama dimainkan, suasana langsung berubah khidmat.

Lagu Masih Ada Waktu membuka perjalanan emosional malam itu. Disusul deretan karya legendaris seperti Elegi Esok Pagi, Camelia 2, hingga Titip Rindu Buat Ayah yang membuat penonton larut dalam suasana, bahkan tak sedikit yang tampak menyeka air mata.

Di tengah gemerlap acara, Ebiet menghadirkan ruang refleksi yang intim. Lirik-lirik puitisnya tentang kehidupan, kehilangan, dan cinta terasa begitu dekat dengan pengalaman banyak orang. Saat Cintaku Kandas di Rerumputan dan Berita Kepada Kawan mengalun, penonton tak lagi sekadar menyimak—mereka ikut bernyanyi, menghidupkan setiap bait dengan penuh perasaan.

Baca juga:  23 Tahun BPRSCM: Gas Pemberdayaan, Tantang Dominasi Rentenir di Akar Rumput

Puncak suasana terjadi ketika Aku Ingin Pulang dibawakan sebagai lagu penutup. Ribuan suara penonton bersatu dalam koor besar yang menggema di bawah langit malam Cilegon—menghadirkan momen sederhana namun sarat makna tentang rindu, perjalanan, dan kembali.

Malam itu terasa semakin istimewa. Tepat beberapa hari sebelumnya, pada 21 April, Ebiet G Ade merayakan ulang tahunnya yang ke-74. Tanpa diduga, di akhir penampilan, Wali Kota Cilegon Robinsar bersama istri naik ke panggung membawa kue ulang tahun.

Suasana seketika berubah haru. Tepuk tangan dan nyanyian ulang tahun menggema dari seluruh penjuru area konser. Ebiet tampak tersentuh menerima kejutan tersebut, dengan senyum hangat yang tak lepas dari wajahnya.

Di usia yang terus bertambah, karya-karyanya justru terasa semakin hidup dan relevan di hati para pendengarnya.

Malam itu bukan sekadar konser. Ia menjadi pertemuan antara waktu, kenangan, dan musik—sebuah bukti bahwa karya Ebiet G Ade akan selalu menemukan jalannya pulang, di hati siapa pun yang mendengarkannya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!