SERANG, RUBRIKBANTEN – Dalam upaya memperkuat pelayanan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, Bidang Keluarga Berencana (KB) DKBPPPA Kabupaten Serang terus menggencarkan sosialisasi Program Inovasi Bidang KB berupa Barcode Layanan Pengaduan Online Seputar Gizi bagi Bumil, Busui, dan Balita Non-PAUD atau Lapor Gizi 3B MBG.
Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemantauan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG 3B yang dipimpin langsung Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Hj. Iis Isnawati, S.ST., M.Kes. Pemantauan dilakukan di SPPG Desa Cikande Permai 1, Cikande Permai 2, Leuwilimus, dan Parigi.
Program Lapor Gizi 3B MBG merupakan inovasi pelayanan publik yang memberikan akses pengaduan cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Melalui sistem barcode layanan digital tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, keterlambatan distribusi, kualitas makanan yang tidak layak konsumsi, hingga pelayanan yang dinilai kurang optimal.
Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Hj. Iis Isnawati, mengatakan inovasi ini dibentuk agar masyarakat memiliki saluran resmi untuk menyampaikan keluhan maupun masukan yang dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami terus mensosialisasikan Program Inovasi Bidang KB melalui Barcode Layanan Pengaduan Online Lapor Gizi 3B MBG agar masyarakat memahami bahwa jika terdapat kendala terkait pendistribusian MBG 3B, pelaporannya dapat dilakukan melalui aplikasi barcode. Tujuannya agar masyarakat mudah melaporkan permasalahan terkait gizi MBG 3B dan mencegah masyarakat langsung memviralkan persoalan tersebut di media sosial,” ujar Iis.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap permasalahan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi informasi yang belum tentu benar di media sosial.
Untuk memperkuat pengawasan dan sosialisasi, DKBPPPA Kabupaten Serang melibatkan sebanyak 1.777 personel yang terdiri dari Kader Pos KB, Sub KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK/TPD). Mereka bertugas membantu pemantauan pelaksanaan MBG 3B, mengawasi distribusi makanan bergizi, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan barcode pengaduan.
“Kami telah menginstruksikan seluruh kader untuk aktif membantu masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan MBG 3B maupun sosialisasi penggunaan barcode pengaduan. Hingga saat ini sudah terdapat sekitar 20 laporan yang masuk ke aplikasi Lapor Gizi 3B MBG dan seluruhnya langsung kami tindak lanjuti agar segera diselesaikan oleh tim di lapangan,” katanya.
Hingga kini, kegiatan pemantauan dan sosialisasi Program Lapor Gizi 3B MBG telah dilaksanakan di tujuh titik SPPG di Kabupaten Serang sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat.
Iis menegaskan, program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pemantauan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna menekan angka stunting di Kabupaten Serang.
“Sosialisasi Lapor Gizi 3B MBG menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemantauan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna menekan angka stunting di Kabupaten Serang. Bersama, kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan keluarga. Melalui deteksi dini, pelaporan aktif, edukasi gizi, serta pemenuhan asupan yang baik, angka stunting di Kabupaten Serang diharapkan terus menurun menuju terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemantauan kondisi gizi dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan sehingga setiap ibu hamil, ibu menyusui, serta balita mendapatkan perhatian dan intervensi yang optimal,” tutupnya.
Program MBG 3B dan inovasi Lapor Gizi 3B MBG juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi balita, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa krusial bagi tumbuh kembang anak. Pemerintah Kabupaten Serang berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pengawasan pelayanan gizi sehingga kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terus meningkat.













