CILEGON, RUBRIKBANTEN – Sejumlah gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, serta warung pedagang di Kota Cilegon, dilaporkan mengalami keterlambatan pasokan produk minyak goreng subsidi “Minyak Kita”.
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Dedi Jauhari, menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di pasar masih dalam kondisi aman dan terkendali.
“Untuk stok di pasar tradisional maupun toko swalayan sebenarnya masih aman. Hanya saja, ada keterlambatan distribusi di beberapa ritel yang berkaitan dengan faktor logistik, terutama pasca arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telphon, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, distribusi di sejumlah jaringan ritel besar seperti Super Indo dan Hypermart tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Namun demikian, khusus untuk produk “Minyak Kita”, hingga saat ini belum terdapat penyaluran terbaru dari Perum Bulog ke pasar. Hal ini disebabkan keterbatasan pasokan dari produsen di tingkat pusat.
Menurut Dedi, kondisi tersebut tidak lepas dari penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dalam program bantuan sosial (bansos), yang menyerap sebagian besar produksi minyak goreng subsidi.
“Produksi ‘Minyak Kita’ sempat terserap untuk kebutuhan bansos, sehingga distribusi ke pasar komersial menjadi terbatas. Bahkan menjelang Lebaran, produsen mengalami kekosongan stok karena fokus pada pemenuhan penugasan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasokan diperkirakan akan kembali normal setelah periode Lebaran, seiring dengan dimulainya kembali produksi dan distribusi dari produsen ke Bulog, lalu ke pasar.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).
“Kami minta masyarakat tidak panik. Stok kebutuhan pokok selain ‘Minyak Kita’ masih aman. Jadilah konsumen yang bijak, karena pasokan akan kembali normal secara bertahap,” pungkasnya.













