Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Dikepung Laut, Tak Boleh Tertinggal Pendidikan! PLN Banten Buka Jendela Dunia bagi Anak Pulau Panjang

19
×

Dikepung Laut, Tak Boleh Tertinggal Pendidikan! PLN Banten Buka Jendela Dunia bagi Anak Pulau Panjang

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Keterbatasan geografis tak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak di wilayah kepulauan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Semangat itulah yang diwujudkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui bantuan fasilitas pendidikan bagi siswa SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang.

Melalui program Bridge Banten, PLN UID Banten bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harfa menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Kamis (15/10/2026).

Banner

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Pulau Panjang, wilayah yang masyarakatnya masih mengandalkan transportasi laut melalui Dermaga Grenyang untuk menjangkau daratan.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi tiga saung taman baca, perlengkapan olahraga seperti voli, bulu tangkis, sepak takraw, futsal, dan tenis meja, hingga fasilitas penunjang pembelajaran digital berupa laptop, mikrofon nirkabel, serta perangkat tata suara.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca, mengembangkan bakat olahraga, sekaligus memperkenalkan teknologi kepada siswa di wilayah kepulauan.

Kepala SD Negeri Pulo Panjang 2, Fatimah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PLN UID Banten. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi para siswa.

Baca juga:  Banjir Rendam 9 Kecamatan, RSDP dan Dinkes Serang Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan Gratis

“Kami senang sekali. Anak-anak sekarang punya tempat membaca yang nyaman dan lebih banyak kegiatan di sekolah. Mudah-mudahan mereka jadi semakin semangat belajar,” ungkap Fatimah.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengapresiasi langkah PLN UID Banten yang turut berkontribusi dalam mendukung pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak menjadi salah satu kunci untuk memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

“Kami ingin anak-anak di Pulau Panjang mendapat kesempatan belajar yang sama baiknya. Terima kasih kepada PLN yang sudah ikut membantu sekolah ini. Semoga fasilitasnya terus dimanfaatkan dan membawa manfaat bagi anak-anak,” ujar Najib.

General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan fasilitas, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Ia berharap seluruh sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah.

“Kami berharap semua fasilitas ini dipakai setiap hari, bukan hanya saat diserahkan. Yang paling penting, anak-anak dan guru benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkap Tonny.

Tonny menilai bahwa setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.

Baca juga:  Dimyati Ajak Warga Banten Muliaakan Anak Yatim, Sebut Santunan Jadi Tabungan Abadi Menuju Surga

“Anak-anak di Pulau Panjang punya mimpi yang sama besarnya dengan anak-anak di kota. Kami ingin mereka juga punya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” tegasnya.

Program Bridge Banten menjadi salah satu bentuk kontribusi PLN dalam memperkecil kesenjangan akses fasilitas pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Melalui penyediaan sarana literasi, olahraga, serta perangkat digital, PLN berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan rasa percaya diri.

Kehadiran fasilitas pendidikan di Pulau Panjang sekaligus mengingatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membuka akses sekolah, tetapi juga harus diikuti ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai.

Sebab, bagi anak-anak yang tumbuh di tengah bentangan laut, pendidikan merupakan jembatan untuk mengenal dunia yang lebih luas sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

Dari sebuah saung baca sederhana di Pulau Panjang, harapan besar itu kini mulai dibangun. Laut boleh menjadi batas geografis, tetapi tidak seharusnya menjadi batas bagi mimpi dan cita-cita anak bangsa.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!