CILEGON, RUBRIKBANTEN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menegaskan bahwa keterlibatan industri dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) sebenarnya sudah berjalan. Namun, lemahnya sistem dan mekanisme membuat potensi besar CSR belum dimanfaatkan secara optimal.
Wakil Ketua Kadin, Arif Rahman, menilai permasalahan utama bukan pada minimnya kontribusi industri, melainkan belum berjalannya Forum CSR secara efektif dan berkelanjutan. Padahal, regulasi terkait CSR sudah tersedia dan seharusnya mampu menjadi landasan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
“Forum CSR jangan hanya jadi ajang seremonial. Harus menjadi ruang sinergi yang konsisten dan berkelanjutan. Jika itu berjalan, tujuan CSR akan tercapai karena sejalan langsung dengan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs),” tegas Arif.
Ia memaparkan besarnya potensi dana CSR industri di daerah industri seperti Cilegon. Jika terdapat sekitar 300 industri dan masing-masing menyisihkan Rp1 miliar, maka dana CSR yang terkumpul bisa mencapai Rp300 miliar.
“Dana sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk beasiswa, peningkatan kompetensi tenaga kerja, hingga penyelesaian persoalan sosial yang nyata. Tapi semua itu mustahil tercapai jika CSR dijalankan tidak konsisten,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadin menyoroti masih kuatnya paradigma keliru bahwa CSR identik dengan sumbangan kegiatan seremonial. Menurut Arif, bantuan untuk peringatan Maulid Nabi, Isra Mi’raj, atau HUT Kemerdekaan tidak bisa serta-merta disebut sebagai CSR.
“CSR bukan sekadar filantropi atau sedekah. Cilegon adalah kawasan industri berteknologi tinggi yang juga menyimpan risiko tinggi. Mitigasi dan pencegahan bencana akibat kegagalan industri harus menjadi bagian serius dari CSR,” katanya.
Ia menegaskan, tanggung jawab sosial industri harus mencakup perlindungan masyarakat, kesiapsiagaan risiko, serta pembangunan berkelanjutan. Karena itu, Kadin mendorong agar forum CSR yang dibentuk pemerintah daerah bersama industri benar-benar dijalankan secara serius, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.















