SERANG, RUBRIKBANTEN – Anta Wiguna merupakan salah satu alumni senior yang memiliki perjalanan panjang seiring perkembangan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan awal, sekitar tahun 1992, saat kampus tersebut masih berstatus STAIN dan berinduk pada IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Latar Belakang Pendidikan
Anta Wiguna menempuh pendidikan di Fakultas Syariah dengan konsentrasi Perdata Pidana Islam. Pada masa itu, kondisi kampus masih sangat terbatas—baik dari sisi fasilitas, jumlah fakultas, maupun infrastruktur. Bahkan, saat ia kuliah, institusi tersebut hanya memiliki satu fakultas dan masih berada dalam sistem pembinaan kampus induk di Bandung.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru membentuk karakter dan ketahanan akademiknya. Ia menjadi saksi langsung transformasi besar kampus, dari lembaga sederhana menjadi universitas yang kini berkembang pesat dengan berbagai fakultas, termasuk dakwah, tarbiyah, hingga sains dan teknologi.
Menurutnya, perkembangan fisik dan kualitas UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten saat ini sangat signifikan dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, khususnya di wilayah Banten.
Karier dan Dunia Profesional
Selepas menyelesaikan pendidikan, Anta Wiguna meniti karier di bidang hukum. Ia kemudian mendirikan sebuah kantor hukum (law firm) yang mulai dirintis sejak sekitar tahun 2019. Law firm tersebut menjadi wadah profesionalnya dalam memberikan layanan hukum sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai praktisi hukum.
Langkah mendirikan kantor hukum ini menunjukkan konsistensi Anta Wiguna dalam mengimplementasikan keilmuan yang diperolehnya di bangku kuliah, khususnya dalam bidang hukum Islam dan praktik hukum secara umum.
Peran Strategis dalam Munas III IKA UIN SMH Banten
Dalam perjalanan organisasi alumni, Anta Wiguna dipercaya sebagai Ketua Organizing Committee (OC) pada Musyawarah Nasional III IKA UIN SMH Banten. Posisi ini menempatkannya sebagai figur kunci dalam menyukseskan agenda besar alumni lintas generasi.
Sebagai Ketua OC, ia bertanggung jawab terhadap seluruh aspek teknis pelaksanaan Munas, sekaligus menjadi motor penggerak konsolidasi alumni. Perannya tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antaralumni dari berbagai latar belakang.
Pandangan tentang Alumni
Anta Wiguna melihat alumni UIN SMH Banten telah berkembang dan berkiprah di berbagai sektor. Mulai dari akademisi, dosen, hingga profesor, kemudian di dunia politik, birokrasi, dan sektor swasta. Ia menilai potensi alumni sangat besar, meskipun belum ada data pasti terkait persentase sebarannya.
Menurutnya, keberagaman profesi ini menjadi kekuatan utama yang harus disatukan dalam wadah organisasi alumni.
Harapan dalam Munas III
Dalam momentum Munas III, Anta Wiguna menaruh harapan besar terhadap masa depan alumni. Ia menekankan pentingnya:
• Soliditas dan kebersamaan alumni
• Saling mendukung antaralumni
• Penguatan jaringan dan kolaborasi
• Kesuksesan bersama tanpa kesenjangan
Ia menegaskan bahwa alumni adalah satu keluarga besar yang harus saling menopang. Baginya, kesuksesan tidak boleh bersifat individual, tetapi harus menjadi capaian kolektif yang membawa nama baik almamater.
Diakhir, dalam proses perjalanan Anta Wiguna mencerminkan kesinambungan antara sejarah dan masa depan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dari mahasiswa di era keterbatasan hingga menjadi praktisi hukum dan Ketua OC Munas III, ia menunjukkan bagaimana alumni mampu tumbuh dan berkontribusi nyata.
Melalui kepemimpinannya di Munas III IKA UIN SMH Banten, Anta Wiguna diharapkan mampu memperkuat peran alumni sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang solid, sekaligus menjaga marwah almamater di tingkat daerah maupun nasional.















