Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Bedah Buku “Babad Alas”, Robinsar Bongkar Strategi Selamatkan Anggaran Cilegon dari Defisit Rp135 Miliar

57
×

Bedah Buku “Babad Alas”, Robinsar Bongkar Strategi Selamatkan Anggaran Cilegon dari Defisit Rp135 Miliar

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota Cilegon menggelar kegiatan bedah buku “Babad Alas” karya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi mengenai kepemimpinan, pembangunan daerah, hingga pengelolaan pemerintahan yang efektif dan berpihak kepada masyarakat.

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Ketua DPRD Kota Cilegon, jajaran Forkopimda, ASN Pemerintah Kota Cilegon, pegiat literasi, hingga berbagai unsur masyarakat.

Banner

Dalam sambutannya, Robinsar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bima Arya di Kota Cilegon. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman dan gagasan pembangunan yang bisa diterapkan di Kota Baja.

“Pak Wamen tentunya kami ucapkan selamat datang kembali di Kota Cilegon. Kami sangat berharap masukan, pandangan, dan pengalaman yang pernah diterapkan di Kota Bogor dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan di Kota Cilegon,” ujar Robinsar.

Robinsar mengungkapkan, Pemerintah Kota Cilegon saat ini tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat. Bahkan, langkah penghematan tersebut telah dilakukan sejak awal dirinya menjabat, sebelum adanya kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

Menurutnya, saat awal kepemimpinannya, Pemkot Cilegon menghadapi defisit anggaran hingga Rp135 miliar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan pemangkasan terhadap belanja yang dianggap tidak prioritas.

“Perjalanan dinas, honor-honor yang tidak perlu, belanja makan minum berlebihan hingga kegiatan seremonial sudah kami kurangi. Prinsipnya, anggaran harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Diduga Tabrak Aksi Buruh, Anggota DPRD Cilegon Fraksi Gelora Terancam Sidang Kode Etik

Ia menjelaskan, hasil efisiensi kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Salah satu contohnya ialah realokasi anggaran pendidikan dasar yang sebelumnya banyak terserap untuk kegiatan seremonial.

“Dari anggaran nonpegawai sekitar Rp20 miliar lebih, sebelumnya hanya Rp8 miliar untuk infrastruktur sekolah. Kini kami arahkan sekitar Rp18 miliar untuk kebutuhan infrastruktur pendidikan dan hanya Rp2 miliar untuk kegiatan seremonial. Jadi manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Selain fokus pada layanan dasar, Robinsar juga menegaskan komitmennya mempercantik wajah Kota Cilegon melalui penataan trotoar dan ruang terbuka publik. Pemerintah Kota Cilegon menargetkan pembenahan kawasan pedestrian mulai dari ruas Cilegon Timur hingga Landmark Kota Cilegon agar lebih nyaman dan ramah bagi masyarakat.

“Kami ingin wajah Kota Cilegon semakin tertata, nyaman, dan indah. Taman-taman akan dibenahi dan trotoar diperbaiki agar masyarakat memiliki ruang publik yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, Bima Arya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Robinsar. Menurutnya, fokus pembangunan yang diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat merupakan langkah yang tepat.

“Saya melihat Pak Wali sudah melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan oleh seorang pemimpin, yakni fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan. Saya juga melihat ada ikhtiar untuk membangun konsep pembangunan Cilegon yang sesuai dengan identitas daerah dan harapan warga,” ujar Bima Arya.

Baca juga:  Tinawaty Andra Soni: Posyandu Garda Terdepan Pembangunan dari Desa

Dalam forum tersebut, Bima Arya menekankan bahwa kepemimpinan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan politik semata, melainkan harus dibangun di atas nilai dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Pesan utama dari buku ini adalah memimpin harus dengan nilai. Jangan hanya terjebak pada kalkulasi politik, tetapi harus ada nilai yang diperjuangkan setiap hari demi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menjaga pengelolaan anggaran secara sehat, efektif, dan efisien di tengah tantangan fiskal daerah. Menurutnya, efisiensi bukan sekadar memangkas anggaran, tetapi bagaimana melakukan realokasi untuk sektor yang benar-benar prioritas.

Selain itu, Bima Arya mengajak pemerintah daerah mulai membuka peluang pembiayaan alternatif di luar APBD melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun optimalisasi aset daerah.

Tak hanya membedah isi buku “Babad Alas”, kegiatan tersebut juga menjadi forum dialog terbuka mengenai tata kelola pemerintahan, pembangunan kota, penguatan literasi, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan antusiasme peserta yang mengikuti diskusi hingga akhir acara. Pemerintah Kota Cilegon berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi ASN maupun generasi muda untuk menghadirkan kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!